Seoul Luncurkan Aplikasi WYD 2027 Bagi Peziarah Internasional

Panitia Hari Orang Muda Sedunia 2027 di Seoul meluncurkan aplikasi resmi bagi para peziarah untuk membantu peserta mempersiapkan perjalanan ke Korea Selatan dan mengakses informasi ziarah selama kegiatan berlangsung | LiCAS News

Panitia Hari Orang Muda Sedunia (World Youth Day/WYD) 2027 di Seoul meluncurkan aplikasi resmi bagi para peziarah untuk membantu kaum muda Katolik mempersiapkan perjalanan ke Korea Selatan dan mengikuti rangkaian pertemuan internasional tersebut.

Panitia Penyelenggara Lokal Hari Orang Muda Sedunia Seoul 2027, yang dipimpin oleh Uskup Agung Peter Chung Soon-taick, telah meluncurkan aplikasi resmi bagi para peziarah untuk membantu kaum muda mempersiapkan diri mengikuti pertemuan internasional tersebut.

Panitia mengatakan bahwa aplikasi ini menghimpun berbagai informasi praktis, rohani, dan ziarah yang dapat dimanfaatkan para peserta sebelum keberangkatan maupun selama berada di Korea.

Untuk sementara, aplikasi tersebut diberi nama “WYD 2027” dan tersedia melalui Apple App Store serta Google Play dalam bahasa Korea dan Inggris. Bahasa Spanyol, Prancis, Portugis, dan Italia akan ditambahkan kemudian.

Nama permanen aplikasi ini akan ditentukan melalui sebuah sayembara penamaan yang terbuka secara global.

Saat dibuka, aplikasi menampilkan pesan, “Kuatkanlah hatimu dan datanglah ke Seoul, sebuah perjalanan ziarah yang kita jalani bersama,” disertai hitung mundur menuju Hari Orang Muda Sedunia 2027.

Sebagian besar konten aplikasi dapat diakses oleh para peziarah tanpa harus mendaftar atau masuk ke akun.

Bagian persiapan mencakup informasi mengenai perlengkapan peziarah, persiapan rohani, pengaturan perjalanan, ungkapan salam dalam bahasa Korea, serta informasi paket perjalanan.

Aplikasi ini juga menyediakan panduan praktis mengenai kondisi cuaca di Korea pada Juli dan Agustus, kelembapan udara, paparan sinar ultraviolet, hujan yang datang tiba-tiba, penggunaan pendingin udara di dalam ruangan, serta topan.

Informasi perjalanan meliputi tegangan listrik dan jenis steker, kiat mengemas barang bawaan, peringatan darurat, serta aplikasi pemberitahuan bencana multibahasa milik pemerintah.

Aplikasi tersebut juga memberikan informasi mengenai kebiasaan sehari-hari dan peraturan di Korea, termasuk penggunaan toilet, penyeberangan pejalan kaki, pembuangan sampah, barang hilang, area merokok, dan kebisingan.

Bagian berbahasa Korea menyediakan ungkapan untuk menyapa, berpamitan, mengucapkan terima kasih dan meminta maaf, menanyakan arah, serta sejumlah frasa yang dapat digunakan di gereja dan selama perayaan Misa. Ungkapan-ungkapan tersebut disajikan dalam bahasa Korea, dilengkapi panduan pelafalan dalam bahasa Inggris dan artinya.

Bagian khusus ziarah memperkenalkan Rute Ziarah Katolik Seoul, doa-doa untuk kunjungan ke tempat-tempat suci, serta program ziarah museum.

Peziarah yang mengunjungi tiga lokasi yang telah ditentukan dapat memperoleh sertifikat penyelesaian setelah kunjungan mereka diverifikasi melalui aplikasi.

Ketiga lokasi tersebut adalah Museum Sejarah Keuskupan Agung Seoul di Katedral Myeongdong, Museum Sejarah Tempat Ziarah Seosomun di Tempat Ziarah Para Martir Seosomun, serta Museum Para Martir Korea di Tempat Ziarah Para Martir Jeoldusan.

Untuk menggunakan fitur verifikasi kunjungan tersebut, peziarah diwajibkan mendaftar dan masuk ke akun.

Aplikasi ini juga dilengkapi panduan berbasis Google Maps yang menunjukkan lokasi tempat-tempat suci, lokasi acara, dan fasilitas lainnya. Saat ini, informasi tersedia untuk 24 lokasi, yang sebagian besar mencakup tempat-tempat ziarah dan museum.

Bagian lainnya menyediakan informasi mengenai Hari Orang Muda Sedunia, Gereja Katolik di Korea, sejarah Katolik Korea dan para martirnya, kebudayaan Korea, transportasi umum, serta prosedur dalam keadaan darurat.

Panitia penyelenggara mengatakan bahwa aplikasi ini akan terus diperbarui agar para peziarah dapat mengakses informasi sebelum dan selama berlangsungnya pertemuan. Layanan yang terhubung dengan kartu peziarah juga sedang dalam tahap pengembangan.

Hari Orang Muda Sedunia 2027 dijadwalkan berlangsung di Seoul pada 3–8 Agustus 2027.

Artikel ini pertama kali diterbitkan di https://www.licas.news/. Seluruh hak cipta dilindungi. Penerbitan ulang tanpa izin oleh pihak ketiga tidak diperkenankan.

***LiCAS News

Dari Vatican News, 13 Oktober 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published.