PALEMBANG — Suasana penuh sukacita dan kehangatan memenuhi gelaran Perlombaan Mazmur dalam Pesparani II Provinsi Sumatera Selatan yang digelar pada Sabtu (24/10/2026). Bertempat di Ruang Teater kompleks Sekolah Kusuma Bangsa Palembang, ajang ini menjadi wadah unjuk bakat sekaligus sarana mempererat tali persaudaraan antar peserta yang berasal dari 9 LP3KD kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Acara dibuka sejak pagi hari diawali dengan doa pembuka dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pengenalan dewan juri. Pembawa acara, Filisia Putri Rosari, menegaskan makna mendalam dari perlombaan ini saat membuka kegiatan.
Dalam pengantarnya, ia mengungkapkan bahwa mazmur bukan sekadar rangkaian kata yang dilantunkan dengan indah, melainkan ungkapan iman, doa, pujian, dan syukur kepada Tuhan.
“Maka perlombaan Mazmur pada hari ini bukan hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dan talenta, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita semua untuk semakin bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, dan memuliakan nama Tuhan melalui pelayanan kita,” ungkapnya.
Penilaian kompetisi ini ditangani langsung oleh tiga juri profesional yang memiliki rekam jejak panjang di bidang musik gereja dan paduan suara, yaitu Richardus P. Prasetyo, Joseph Kristanto Pantioso, dan Gregorius Gerald Pratomo.

Ajang perlombaan ini diikuti 38 peserta yang terbagi ke dalam empat kelompok umur dan tampil secara berurutan, mulai dari anak, remaja, OMK, dan dewasa.
Suasana lomba semakin khidmat sekaligus meriah ketika para utusan dari berbagai kabupaten/kota menunjukkan performa terbaiknya di atas panggung. Rangkaian lomba dibuka oleh peserta Kategori Anak asal Kota Lubuklinggau, Gregory Pafo Anju Purba dan ditutup oleh peserta dari Kota Prabumulih, Adrianus Adun.

Perlombaan yang berlangsung hingga sore hari ini tidak hanya menampilkan keindahan olah vokal, tetapi juga menyebarkan pesan iman, kedamaian, dan kebersamaan dari para pemazmur muda hingga dewasa se-Sumatera Selatan.
***Fransiska Panca S
