Malam Keakraban Pesparani II Sumsel: Gemerlap Seni, Sukacita, dan Persaudaraan Tanpa Sekat

PALEMBANG – Perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Kompleks Sekolah Kusuma Bangsa, Palembang, menjadi momen perjumpaan yang luar biasa. Tak hanya menjadi panggung kompetisi seni liturgi dan pemahaman iman, perhelatan ini juga berhasil mempererat persaudaraan antar-kontingen secara berkesan.

Foto: Komsos KAPal

Suasana heboh, meriah, dan spektakuler pecah saat Malam Keakraban Pesparani II Sumsel digelar pada Sabtu (24/10/2026) malam di Auditorium Sekolah Kusuma Bangsa. Setelah seharian penuh menguras energi dalam aneka perlombaan di hari kedua, sebanyak 727 peserta dan official yang berasal dari sembilan LP3KD kabupaten/kota se-Sumatera Selatan berkumpul merayakan kebersamaan dalam ikatan persaudaraan yang hangat.

Malam keakraban ini dirancang sebagai wadah kebersamaan yang memadukan ajang persaudaraan dengan aneka pertunjukan seni dan pemberian penghargaan. Tujuan utamanya adalah mencairkan suasana, mempererat tali persaudaraan, serta meruntuhkan sekat-sekat perbedaan antarpeserta. Selain itu, panggung ini menjadi ruang bebas ekspresi, pelepasan penat pasca rangkaian kompetisi yang ketat, sekaligus mengukuhkan kenangan indah yang membekas.

Acara dibuka dengan penampilan energik dari Kusuma Bangsa Band, disusul pertunjukan drama kolosal yang memukau dari SMA Xaverius 3 Palembang. Mengangkat cerita rakyat lokal “Legenda Pulau Kemarau”, para siswa berhasil menyihir penonton lewat kisah penuh makna tentang cinta, kesetiaan, dan pengorbanan.

Foto: Komsos KAPal

Gelak tawa dan sorak-sorai penonton tak terbendung saat berbagai kontingen unjuk kebolehan. Kontingen LP3KD OKU Timur menghadirkan keindahan budaya lewat Tari Piring, sementara LP3KD OKU sukses menggoyang seluruh auditorium dengan penampilan lagu yang membuat ribuan pasang kaki ikut berjoget bersama. Acara kemudian ditutup secara anggun dengan Tari Tor-tor persembahan dari kontingen LP3KD Musi Banyuasin.

Di sela-sela pentas seni, panitia memberikan penyerahan tanda apresiasi khusus kepada pendukung kegiatan yaitu Yayasan Kusuma Bangsa, serta penghargaan unik bagi panitia yang diraih oleh Yohanes Pemandi Effendy. Suasana makin meriah saat panitia memberikan apresiasi kepada peserta tertua, Ignatius Jemingin (68 tahun) dari LP3KD Lahat yang berlomba di kategori Paduan Suara Dewasa Campuran, serta peserta termuda, Laurentius Pascalido Baros (7 tahun) dari LP3KD Musi Banyuasin yang berlomba pada kategori Bertutur Kitab Suci. Adapun LP3KD Prabumulih terpilih sebagai kontingen terbaik pada gelaran kali ini.

Plt. Ketua LP3KD Provinsi Sumsel, Alphonsus Supardi mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya rangkaian kegiatan mulai dari aneka perlombaan hingga malam keakraban.

“Puji Tuhan semua berjalan lancar. Mulai dari kemarin hingga malam ini, semua bersukacita dan bergembira,” ungkapnya

***Andreas Daris Awalistyo (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.