Renungan Harian Senin, 9 November 2026

Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran (P)

Yeh. 47:1-2.8-9.12; Mzm. 46:2-3.5-6.8-9; 1Kor 3:9b-11.16-17;  Yoh. 2:13-22

Menjadi Air Kehidupan

Saudara-saudari yang terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan panggilan hidup kita sebagai bangunan Bait Allah. Bacaan-bacaan suci yang diperdengarkan pada hari ini, menjelaskan sejauh mana kita menghidupi diri kita sebagai Bait Allah dalam kesatuan dengan Kristus sebagai Kepala.

Hari ini gereja Katolik merayakan pesta gereja Basilika Santo Yohanes Lateran yang dirayakan setiap tanggal 9 November dalam kalender liturgi Katolik. Basilika Lateran adalah katedral Uskup Agung Roma yaitu Paus dan mempunyai gelar sebagai “ibu dan kepala semua gereja di Roma dan di seluruh dunia”. Perayaan Basilika ini bukan terutama menunjukkan kemegahan bangunan yang dimiliki, melainkan sebagai simbol perjalanan dan persekutuan umat beriman dalam gereja Katolik dibawah bimbingan Paus, wakil Kristus.

Saudara-saudari, dalam bacaan Injil Yesus menekankan tentang kesucian Bait Allah. “Ambil semuanya ini dari sini! Jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan” (Yoh 2:16). Ungkapan Yesus ini secara nyata kita alami dalam hidup panggilan kita masing-masing. Kadang kita masih menjalani kegiatan keagamaan hanya sebagai rutinitas atau semacam mengisi absensi kehadiran. Pada akhirnya kegiatan keagamaan hanya soal hadir bukan lagi tentang relasi dengan Tuhan sebagai bangunan Bait Allah secara mendalam.

Relasi kita dengan Tuhan sebagai bangunan Bait Allah harus kita hayati sebagai panggilan untuk memberi makna yang baik bagi lingkungan dimana kita berada. Rasul Paulus dalam surat kepada jemaat di Korintus mengingatkan kita bahwa kemegahan gereja tidak akan berarti apa-apa, jika anggotanya mengalami perpecahan dan kekeringan rohani serta tidak membawa dampak yang baik bagi lingkungan masyarakat maupun alam sekitar.

Saudara-saudari, kita diajak untuk menjadi air kehidupan dalam pelayanan, persekutuan dan kesaksian hidup untuk memberi sukacita, keadilan, damai, cinta dan pengorbanan secara khusus bagi mereka yang kurang mampu. Inilah panggilan kita sebagai anggota Bait Allah dalam kesatuan dengan Yesus sebagai kepala. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Yordanus Debrito Afu

Tingkat 1

Leave a Reply

Your email address will not be published.