Seksi Pendidikan bekerja sama dengan Seksi Katakese menggelar kegiatan Rekoleksi Siswa-siswi Katolik Menengah Paroki St. Gregorius Agung Jambi, Minggu, (13/10) di Hutan Kota Muhammad Sabki, Jambi.
Peserta yang terlibat dalam kegiatan Rekoleksi ini adalah siswa-siswi Katolik Sekolah Menengah Paroki St. Gregorius Agung. Peserta berjumlah 60 orang yang didampingi oleh beberapa orang guru. Rekoleksi ini dibawakan oleh Fr. Andreas Suko SCJ dan Sr. Meili FMM dengan tema “Menjadi Anak-anak Allah yang Berbahagia.”


“Ketika saya diminta untuk memberi materi untuk anak-anak ini, yang saya tahu sebagian dari mereka yang ada disini berasal dari sekolah negeri. Maka saya membuat cara bagaimana menguatkan imam mereka sebagai orang-orang Katolik yang bersama orang-orang non-Katolik. Sebagai minoritas, maka apa yang mereka butuhkan, saya mau persiapkan. Setelah bertemu dengan mereka dan memberi materi, kemudian mendengarkan sharing mereka, saya juga belajar beberapa hal terkait apa yang mereka butuhkan kedepannya nanti. Saya berpikir bahwa mereka perlu ada pertemuan tindak lanjut dari pertemuan-pertemuan seperti ini. Secara umum, saya melihat bahwa mereka ini kurang memahami iman Katolik dan kurang akrab dengan kegiatan-kegiatan Gereja,” kata Sr. Meili, tentang kesan-kesannya.


Kegiatan rekoleksi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan penghayatan iman bagi siswa-siswi Katolik, membantu mengarahkan mereka untuk memiliki sikap iman yang tepat dalam menghadapi perkembangan IPTEK, serta memutuskan sikap dan perilaku siswa Katolik yang luhur, didasari nilai-nilai iman Katolik.
“Luar biasa sekali saya bisa mendampingi rekan-rekan muda, para pelajar Paroki St. Gregorius Agung ini. Pada kesempatan tadi, saya melihat sebelum rekoleksi mereka masih susah untuk menumbuhkan semangat, tetapi mereka luar biasa setelah berproses. Mereka menunjukkan suka cita yang luar biasa, sesuai dengan tema Menjadi Anak Allah yang Berbahagia. Semoga ke depannya, teman-teman muda ini sungguh-sungguh mampu menjadi terang bagi banyak orang dan menjadi bahagia, sehingga panggilan menjadi murid-murid Kristus tetap tumbuh dalam diri mereka,” ujar Fr. Suko.

Fraem Situngkir, salah seorang peserta rekoleksi menuturkan, “Kami semua di sini sangat senang dan termotivasi dari frater dan suster yang memberi materi kepada kami, terutama bagi saya. Banyak hal baik yang saya terima. Saya berharap teman-teman yang hadir (hidupnya) lebih baik kedepannya. Contohnya dapat menyangkal diri sendiri dan sebagainya.”
**Lisbet Theresa Pakpahan
