“Menjadi Besar dengan Melayani”

Penolong kecil | foto: pinterest

Dalam Matius 20:20-28, kita melihat permintaan ibu Yakobus dan Yohanes, yang ingin agar kedua putranya duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam Kerajaan-Nya. Permintaan ini mencerminkan harapan manusiawi akan kemuliaan, kekuasaan, dan posisi tinggi. Bahkan para murid yang telah lama bersama Yesus masih belum sepenuhnya memahami jalan salib dan kerendahan hati yang menjadi inti Kerajaan Allah.

Yesus menanggapi permintaan itu dengan sebuah pertanyaan penting: “Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?” Cawan yang dimaksud adalah penderitaan dan salib. Kedua murid dengan cepat menjawab bahwa mereka sanggup, tanpa menyadari sepenuhnya apa arti dari jawaban itu. Di sini Yesus menunjukkan bahwa jalan menuju kemuliaan sejati bukan melalui kekuasaan, tetapi melalui penderitaan dan kesetiaan dalam kasih.

Ketika murid-murid lain marah kepada Yakobus dan Yohanes, Yesus mengumpulkan mereka dan mengajarkan satu prinsip yang sangat berbeda dengan dunia: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” Dalam dunia, menjadi besar berarti berkuasa atas yang lain. Namun dalam Kerajaan Allah, menjadi besar berarti merendahkan diri, melayani, bahkan rela mengorbankan diri demi kebaikan sesama. Ini adalah pembalikan nilai yang radikal dari logika duniawi.

Yesus menutup pengajaran-Nya dengan menunjuk pada diri-Nya sendiri sebagai teladan utama: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Di sinilah kita melihat bahwa pelayanan sejati tidak hanya berupa tindakan kecil, tetapi dapat sampai pada penyerahan hidup sepenuhnya. Pelayanan bukan pekerjaan sambilan, tetapi panggilan utama bagi siapa pun yang ingin mengikuti Kristus.

Renungan ini menantang kita untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah kita mencari posisi, pengakuan, atau kehormatan dalam hidup beriman? Atau apakah kita bersedia menjadi pelayan, mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, dan memberi diri bagi orang lain? Di tengah budaya yang mengejar prestasi dan kekuasaan, Yesus mengundang kita untuk menjadi besar dengan cara yang berbeda: melalui kasih, kerendahan hati, dan pengorbanan. Hanya dengan menjadi pelayan, kita sungguh mencerminkan wajah Kristus di dunia ini.

Mari bermenung, Tuhan memberkati.

**Fr. Bednadetus Aprilyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.