Perjalanan menuju Hari Orang Muda Sedunia (World Youth Day/WYD) 2027 kini resmi dimulai. Momen ini ditandai dengan pengumuman Paus Leo XIV pada 3 Agustus lalu, bertepatan dengan perayaan Jubilee of Youth. Usai Doa Malaikat Tuhan di Tor Vergata, Roma, Paus mengumumkan bahwa WYD berikutnya akan berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 3–8 Agustus 2027.
Dalam kesempatan itu, Paus Leo memperbarui undangan yang pernah disampaikan oleh Paus Fransiskus di Lisbon dua tahun lalu. “Kaum muda dari seluruh dunia akan berkumpul bersama Pengganti Santo Petrus untuk merayakan Hari Orang Muda Sedunia di Seoul,” serunya. Undangan ini bukan sekadar ajakan menghadiri acara, tetapi sebuah panggilan untuk memulai perjalanan iman yang akan menyatukan jutaan hati dalam sukacita dan persaudaraan universal.

Ajakan untuk Berjalan Bersama
Pengumuman ini mendapat sambutan hangat dari Kardinal Kevin Farrell, Prefek Dikasteri Awam, Keluarga, dan Kehidupan. Ia menyampaikan rasa syukur atas kabar gembira tersebut sekaligus mengajak para pembina, para uskup, dan pelayan kaum muda di seluruh dunia untuk memulai persiapan rohani dan pastoral. Tema besar WYD Seoul 2027—“Kuatkanlah hatimu! Aku telah mengalahkan dunia!”—menjadi penuntun perjalanan ini.
Kardinal Farrell menegaskan bahwa semangat Tahun Yubileum 2025 yang mengangkat tema harapan akan menjadi kekuatan pendorong bagi kaum muda untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. “Kaum muda dipanggil menjadi peziarah harapan,” ujarnya, “untuk menyembuhkan kesepian, mengatasi kemiskinan, dan menjadi saksi perdamaian di tengah dunia yang retak karena perpecahan, konflik, dan peperangan.”

Persiapan yang Sudah Dimulai
Sekretaris Dikasteri untuk Awam, Keluarga, dan Kehidupan, Dr. Gleison De Paula Souza, mengungkapkan bahwa persiapan WYD 2027 sudah dimulai jauh-jauh hari dan berjalan dengan cepat menuju tanggal yang telah ditetapkan Bapa Suci. Dikasteri bekerja sama erat dengan Komite Penyelenggara Lokal Seoul, para uskup, dan kaum muda dari seluruh dunia.
Menurutnya, Gereja Korea akan menjadi tuan rumah yang menyambut hangat para peserta, menghadirkan ruang perjumpaan lintas budaya dan bangsa. “WYD adalah saat di mana kita bersama-sama bersaksi bahwa perjumpaan dengan Kristus mengubah hidup dan memberi keberanian untuk mengatasi tantangan yang dihadapi,” tegasnya.

Harapan yang Menyala
Menutup Doa Malaikat Tuhan, Paus Leo mengaitkan pesan Yubileum dengan perayaan WYD. Ia menegaskan bahwa harapan yang bersemayam di hati setiap orang beriman adalah sumber kekuatan untuk mewartakan kemenangan Kristus yang bangkit atas dosa dan kematian.

“Kalian, para peziarah muda pembawa harapan, akan menjadi saksi Injil sampai ke ujung bumi,” kata Paus. “Aku menantikan perjumpaan kita di Seoul—mari kita terus bermimpi bersama dan berharap bersama.”
Dengan demikian, WYD 2027 bukan sekadar sebuah acara besar yang akan terjadi di masa depan, melainkan sebuah perjalanan iman yang sudah dimulai dari sekarang. Dari desa-desa kecil hingga kota-kota besar, dari benua ke benua, semangat kaum muda Katolik tengah diarahkan menuju Seoul, membawa pesan harapan, sukacita, dan persaudaraan bagi dunia.
** Disadur oleh Fr. Bednadetus Aprilyanto dari www.vaticannews.va
Foto: Google
