“Hari ini kita diundang untuk menghidupi pesan Yesus, menegur saudara dengan kasih. Menegur saudara yang berbuat salah tentu bukan merupakan tindakan untuk menghakimi tetapi menjadi bentuk kepedulian agar saudara kita kembali kepada Allah. Kasih yang sejati itu dapat diungkapkan dengan menegur demi keselamatan”. Hal ini disampaikan oleh Pastor Rekan Paroki St. Yoseph Palembang, Pastor Dionisius Anton Liberto dalam homilinya pada Perayaan Ekaristi Peringatan 152 tahun berdirinya Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus (BHK) di Frateran St. Andreas Palembang, Rabu (13/8/2025) petang.

Lebih lanjut, dalam perayaan yang dibingkai dengan ungkapan syukur atas kehadiran anggota komunitas yang baru yaitu Fr. Venansius BHK dan Fr. Fridolin BHK ini Pastor Liberto juga mengingatkan tentang pentignya hidup dalam semangat kasih. “Semoga kita memiliki kasih sejati seperti yang dikehendaki Kristus, terutama para frater Kongregasi BHK yang ada di Komunitas St. Andreas ini, hidup dalam kasih sejati, mampu mengingatkan, tetapi juga ketika diingatkan terbuka untuk menjadi pribadi yang lebih baik seturut dengan kehendak Tuhan”.
Dirayakan Sederhana
Pimpinan Komunitas atau Overste Frateran St. Andreas Palembang, Fr. Venantius BHK dalam sambutan singkatnya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan pada perayaan syukur ini. “Kita bersyukur boleh menyelenggarakan peringatan ulang tahun Kongregasi BHK yang ke-152. Pada hari ini di seluruh komunitas-komunitas Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus, merayakan dan mensyukuri ulang tahun berdirinya Kongregasi dengan cara yang sederhana. Cara-cara yang seperti ini telah diwariskan oleh para pendahulu dan kami coba untuk mempertahankan karena itu sesuatu yang baik”.

Lebih lanjut dalam perayaan yang juga dihadiri Rektor Seminari Menengah St. Paulus Palembang, Pastor Titus Waris Widodo SCJ ini, Fr. Venansius juga mengungkapkan syukur atas perjalanan Kongregasi. “Memang perayaan hari ini sedikit lain, sederhana saja, jika dibandingkan seperti saat 2 tahun lalu merayakan Yubileum Kongregasi ke- 150 tahun. Hari ini kami ingin bersyukur kepada Tuhan karena perjalanan Kongregasi Frater BHK yang jika dilihat ke belakang pada saat awal berdirinya, sungguh sesuatu yang tidak mudah”, ungkapnya.
Selayang Pandang Kongregasi Frater BHK
Kongregasi Frater BHK didirikan oleh Uskup Keuskupan Agung Utrecht Belanda, Mgr. Andreas Ignatius Schaepman pada 13 Agustus 1873. Ia lahir di Zwolle Belanda pada 4 September 1815, menjadi Uskup Agung Utrecht antara tahun 1868-1882, dan wafat di Utrecht pada 19 September 1882. Kongregasi yang dalam bahasa Latin bernama Congregatio Fratrum Dominae Nostrae a Sacro Corde (Congregation of the Brothers of Our Lady of the Sacred Heart) ini berdiri dengan misi khusus, yaitu mendampingi kaum muda melalui pendidikan formal. Tarekat yang baru berdiri ini menjadikan Maria Bunda Hati Kudus sebagai pelindung utama dan Santo Vincentius a Paulo menjadi pelindung karya perutusan Kongregasi.
Di Indonesia para Frater BHK yang dikenal dengan sebutan Frater van Utrecht dan identik dengan tugasnya sebagai pengajar atau pendidik ini memulai karyanya di Malang, Jawa Timur pada 2 Februari 1928. Karya misi ini dirintis oleh Fr. Gregorius Goedhart BHK dan Fr. Wilfridus Welling BHK.
Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya atas permintaan Prefektur Apostolik Bengkulu, Mgr. Henrikus Mekkelholt SCJ, misi di Indonesia pun juga dibuka di Palembang, Sumatera Selatan. Pimpinan Umum Frater BHK, Fr. Andreas Ledgeur BHK mengutus 3 orang anggotanya dari Belanda ke Palembang, yaitu Fr. Immanuel BHK, Fr. Justinus BHK, dan Fr. Basilius BHK. Mereka tiba di Palembang pada 1 Oktober 1936 dan tinggal di rumah sewaan.
Di kota ini mereka melanjutkan karya pendidikan di daerah Talang Jawa yang telah dirintis oleh Pastor Mattheus Neilen SCJ yang tiba di Palembang tahun 1925 dan para Suster dari Moerdijk, Belanda (Kongregasi Suster-Suster Belaskasih dari Hati Yesus yang Mahakudus) yang tiba pada 20 Juni 1927. Para Frater BHK mengambil alih pendidikan murid laki-laki dari Hollandsch Inlandsche School (HIS) dan Hollands Chinese School (HCS) yang dikelola oleh para Suster Moerdijk, kemudian menggantinya dengan nama HIS Andreas.
Pada 19 Januari 1938 para Frater BHK menempati biara baru di bangunan yang sebelumnya merupakan bangunan rumah sakit yang dikelola oleh para Suster Roosendal, Belanda (Kongregasi Suster St. Fransiskus Charitas) yang telah berada di Palembang sejak 9 Juli 1926. Di biara baru itu, para Frater BHK membuka asrama untuk anak laki-laki. Biara itu diberi nama Frateran St. Andreas Palembang, mengabadikan nama Fr. Andreas Ledgeur BHK, pimpinan yang pernah mengunjungi Palembang dan akhirnya mengutus anggotanya bermisi di kota ini.
Saat ini terdapat 4 orang frater yang berkomunitas di Frateran St. Andreas, yaitu Fr. M. Venansius BHK, Fr. M. Faustinus BHK, Fr. M. Yosep BHK, dan Fr. M. Fridolin BHK. Mereka berkarya sebagai pendidik di SMPK Frater Xaverius 1 dan SDK Frater Xaverius 2 yang diselenggarakan oleh Yayasan Mardi Wiyata Sub Perwakilan Palembang.

Semoga semangat perutusan para Frater BHK terus menggema dalam kiprahnya di dunia pendidikan di Nusantara, mulai dari Palembang, Kediri, Malang, Surabaya, Sumba, Kupang, Larantuka, Maumere, Ende, dan Nunukan.
**RD. Titus Jatra Kelana
Foto: Komsos KAPal
