Paroki Santo Gregorius Agung merayakan ulang tahun ke-8 atau satu windu dengan penuh sukacita, kebersamaan, dan rasa syukur. Perayaan diawali dengan perarakan menuju aula paroki yang diiringi tarian “Jai Bersama Yesus” oleh keluarga besar asal Nusa Tenggara Timur, dilanjutkan tarian Tor-Tor khas Sumatera Utara yang menambah semarak suasana sekaligus menampilkan kekayaan budaya Nusantara.

Puncak syukur ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol perjalanan delapan tahun paroki dalam melayani umat dan meneguhkan iman. Hadir dalam perayaan ini Uskup Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, para suster dari Kongregasi FMM dan SJD, serta para imam: Romo Felix Astono SCJ; Romo Florentinus Sepiono SCJ; Romo FX Budi Haryono SCJ; RD Alexander Jas; dan Frater Fransiskus Mujiono SCJ. Kehadiran mereka menjadi tanda dukungan sekaligus ungkapan kebersamaan dalam syukur paroki.

Dalam sambutannya, Uskup Yohanes menegaskan pentingnya merawat kebersamaan umat.
“Delapan tahun perjalanan paroki ini adalah bukti nyata penyertaan Tuhan. Semoga Paroki Santo Gregorius Agung terus bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Setelah prosesi pemotongan tumpeng, acara dilanjutkan dengan lelang dan pembagian doorprize yang semakin memeriahkan suasana. Ribuan umat hadir, termasuk dari Sungai Bahar dan Camp Gunung, yang rela menginap di gereja demi mengikuti rangkaian perayaan satu windu ini.



Ketua panitia, Hardi, juga menyampaikan rasa syukurnya atas partisipasi umat.
“Kami sungguh bersyukur melihat antusiasme umat. Kehadiran yang begitu banyak menunjukkan bahwa semangat persaudaraan dan kebersamaan umat di Paroki Santo Gregorius Agung semakin kuat,” ujarnya.
Kemeriahan yang tercipta menunjukkan bahwa perayaan satu windu bukan sekadar peringatan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen dalam mewartakan kasih Kristus serta membangun persaudaraan sejati di tengah umat.
**Lisbet Theresa Pakpahan (Paroki St. Gregorius Agung, Jambi)
