Renungan Harian Kamis, 25 September 2025

Hagai 1:1–8; Mazmur 149:1–6a,9b;

Lukas 9:7–9; BcO: Yesaya 9:8–10:4; (H)

Mengenali Yesus

Berjalan bersama Yesus | Foto: Pinterest

            Di zaman ini, zaman ini akan amat kesulitan jika tidak membawa handphone maupun smartphone. Hampir semua kebutuhan orang saat ini terkoneksi dengan smartphone, mulai dari uang, komunikasi, pekerjaan, maupun hiburan. Tanpa sarana ini orang akan merasa amat kesulitan. Smartphone maupun teknologi-teknologi yang lain menawarkan fasilitas dan kemudahan yang ada. Sebuah berita dapat disebarkan lebih mudah dan sangat cepat menggunakan teknologi yang semakin modern itu. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan zaman dulu, semua orang menyebarkan berita dari mulut ke mulut. Maka, tak heran jika berita yang disampaikan pun memiliki versi yang berbeda-beda.

Hal inilah yang dirasakan oleh Raja Herodes dalam injil hari ini. Ia memperoleh kabar bahwa ada seseorang bernama Yesus, yang melakukan mukjizat dengan menyembuhkan masyarakat dari segala penyakit dan kelemahan. Tindakan ini ternyata berhasil merebut hati masyarakat dan menganggap Yesus adalah seorang nabi yang telah bangkit. Kabar itu kian tersebar luas di wilayah Raja Herodes yang membuat ia cemas dan ingin berjumpa dengan Yesus.

Saudara-saudari yang terkasih, injil yang begitu singkat pada hari ini ternyata menyimpan makna yang mendalam apabila kita renungkan. Kecemasan yang dirasakan oleh Herodes muncul karena ia telah membunuh Yohanes Pembaptis, seseorang yang dianggap Nabi pada masa itu. Karena tidak bertobat ia pun dipenuhi dengan rasa gelisah tatkala masyarakat membicarakan sosok Yesus yang dianggap sebagai Yohanes yang telah bangkit. Belajar dari pengalaman Raja Herodes ini kita diajak untuk berani untuk mengaku dosa dan bertobat kepada Allah, sebesar apa pun dosa kita Allah takkan pernah memalingkan wajah-Nya dari kita.

Setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda tentang Yesus, seperti yang dirasakan masyarakat saat itu. Namun, kita seringkali mengimani apa yang dikatakan orang lain tentang Yesus. Janganlah kita seperti Raja Herodes yang mengenali Yesus hanya dari apa kata orang, melainkan kita benar-benar membangun relasi dengan Yesus dan mengenali-Nya lewat doa, kitab suci dan pengalaman hidup yang kita alami. Kita mencari Yesus itu karena kita tulus ingin mengikuti dan menghidupi teladan hidup-Nya. Yesus bukanlah warung, yang dimana ketika kita butuh baru kita datang dan pergi ketika kita telah memperoleh apa yang kita mau.

Saudara-saudari yang terkasih, melalui permenungan injil hari ini kita dipanggil untuk mencari Yesus dengan niat yang tulus: untuk percaya, mencintai, dan mengikuti-Nya. Jika kita mencari Yesus dengan hati terbuka, kita akan menemukan damai dan sukacita. Tapi jika hati tertutup oleh dosa, kita akan mudah gelisah seperti Herodes. Tuhan Memberkati.

**Fr. Yosepin Noveriasdi Manurung

Tingkat I-Calon imam KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.