PDKK Paroki Santo Yoseph Palembang Gelar Kebangunan Rohani Katolik Tandai HUT Ke-43

Suasana penuh sukacita tampak mengemuka. Ratusan orang yang berasal dari sejumlah paroki di Dekanat Palembang hadir memenuhi gedung Gereja Paroki St. Yoseph Palembang untuk mengikuti kegiatan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun ke- 43 Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) Santo Yoseph pada Senin (15/9/2025) petang.

Kegiatan yang dihadiri oleh Moderator Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPN PKKI) dan Charis Indonesia, Pastor Steve Winarto ini mengusung tema:  Mukjizat Tuhan, Pulihkan dan Sembuhkanku.

Pastor Steve Winarto memberikan materi kepada peserta PDKK

Ketua PDKK Santo Yoseph Palembang sekaligus Ketua Pelaksana KRK, Hengky Triboena Putra dalam sambutannya mengatakan bahwa, “Kegiatan ini merupakan program rutin yang berjalan sudah 3 tahun sekaligus dalam rangka ulang tahun ke 43 dihadiri oleh kurang lebih 600 peserta. Terima kasih kepada semua panitia yang terlibat dan tergerak hatinya untuk melakukan suatu acara untuk umat di kota Palembang. Kepada seluruh umat Katolik yang hadir selamat datang dan mari kita rasakan hadirat Tuhan pada malam hari ini”.

Sementara itu, Koordinator Badan Pelayanan Keuskupan Pembaharuan Karismatik Katolik (BPK PKK) Keuskupan Agung Palembang, Johan Wijaya dalam sambutannya  juga mengucapkan terima kasih kepada Pastor Paroki St. Yoseph Palembang, Pastor Hyginus Gono Pratowo, Pastor Stev Winarto, dan Pastor Christoforus Wahyu Tri Haryadi SCJ yang telah hadir dan mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. “Mari kita memuji dan menyembah Dia dan mengalami Yesus secara pribadi malam hari ini karena mukjizatnya masih ada dan bisa memulihkan kita semua”, ajaknya.

Pastor Steve Winarto dalam paparan materinya menyampaikan bahwa mukjizat sering terjadi lewat hal-hal yang sederhana. “Berbicara tentang mukjizat Tuhan yang menyembuhkan dan memulihkan hidup kita, bahwa mukjizat Tuhan itu terjadi bukan dalam hal-hal besar tapi hal-hal kecil. Mukjizat bukan dicari dalam hal-hal yang spektakuler,  bergema, sangat indah dan  luar biasa tapi lihatlah mukjizat dari hidup anda sehari-hari dan  dari hidup perkawinan Anda. Tuhan menciptakan manusia penuh dengan mukjizat dan unik satu sama lain”, ungkapnya.

Lebih lanjut, imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta ini juga menyampaikan bahwa dalam hidup  sehari-hari kadangkala manusia lebih  fokus pada diri sendiri dan tidak peduli pada orang lain, namun di sisi lain manusia berharap dan berpikir orang lain harus peduli pada dirinya. “Berpikir bahwa orang lain yang seharusnya peduli sama saya, bukan saya yang peduli sama orang lain. Yang masih fokus sama diri kita sendiri,  masih dibutakan dengan berbagai macam situasi seperti itu, maka mukjizat Tuhan tidak akan bisa pernah terjadi”.

Para peserta kebangunan rohani katolik

Ia juga menegaskan bahwa salah satu syarat agar mukjizat itu terjadi adalah memiliki rasa peduli pada orang lain. “Mukjizat bisa terjadi dalam hidup Anda ketika kita sendiri mau peduli sama orang. Ketika kita mau membuka diri kita dan tidak hanya memikirkan diri kita sendiri, kita yang mau terbuka terhadap orang lain. Tuhan punya inisiatif,  Yesus berinisiatif membuka diri, meminta orang memanggilnya dan minta orang datang kepadaNya, mukjizat Tuhan itu nyata dan memulihkan”, imbuhnya.

Pastor Stev  juga menyoroti pentingnya memiliki kesadaran akan kelemahan dan keterbatasan diri sehingga setiap pribadi selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. “Yesus meminta kita juga berusaha dalam hidup ini, ketika kita datang kepada Yesus bukan sebagai orang yang sombong dan kuat, tetapi orang yang punya kesadaran bahwa saya lemah. Saya butuh Tuhan, saya hanya hidup mengandalkan Tuhan, kesembuhan saya hanya dari Tuhan.  Ketika kita hidup sebagai orang beriman, saat ini jangan pernah kita melupakan Tuhan”, pungkasnya.

**B. Endah Tri Lestari

Foto: Dokumen pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published.