Paroki Santa Maria Ratu Rosario Payo Selincah, Benih yang Tumbuh di Tanah Subur

Gereja Santa Maria Ratu Rosario Payo Selincah Jambi diberkati oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ dan diresmikan oleh Wali Kota Jambi, H. Arifin Manaf, pada 28 Oktober 2007. Saat itu penanggung jawab pengelolaan gedung gereja yang berada di wilayah pastoral Paroki St. Teresia Jambi ini pun diserahkan kepada Wilayah Reinha Rosari hingga tahun 2012. Selanjutnya sejak 2013, atas prakarsa Pastor Paroki St. Teresia, Pastor Antonius Yuswito SCJ dan Pastor Rekan, Pastor Yohanes Haryoto SCJ, Wilayah Reinha Rosari dan St. Clara dipercaya untuk menjadi pengelola dan penanggung jawab gereja.

Sejak dikelola bersama oleh dua wilayah, para pengurus bahu-membahu dalam menganimasi kegiatan di lingkungan-lingkungan.Dinamika hidup menggereja pun mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Hidup persaudaraan, persekutuan, semangat devosi, dan pendampingan iman anak-anak mendapat perhatian serius.

Candi Maria Ratu Rosario

Salah satu wujud semangat hidup rohani yang tampak adalah berkembangnya devosi kepada Bunda Maria, khususnya Doa Rosario. Dalam perjalanan membangun persekutuan, umat Payo Selincah yang didukung DPP Teresia Jambi juga berinisiatif membangun tempat ziarah Bunda Maria. Berbeda dari tempat ziarah Maria pada umumnya yang menggunakan konsep gua, tempat ini memilih konsep candi. Hal ini merujuk pada peninggalan purbakala yang ada di Jambi, yaitu Kompleks Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi.

Candi Maria Ratu Rosario Payo Selincah

Pada bulan November 2013, pembangunan tempat ziarah pun dimulai. Setelah melewati berbagai proses, tempat ziarah yang diberi nama Candi Maria Ratu Rosario Payo Selincah ini pun selesai dibangun. Candi Maria ini kemudian diberkati dan diresmikan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Pastor Felix Astana Atmaja SCJ pada 31 Mei 2014. Hingga sekarang, lokasi ini menjadi salah satu tempat ziarah umat Katolik yang populer di Jambi.

Benih Tumbuh di Tanah Subur

Benih yang baik itu tumbuh di tanah yang subur dan telah dirawat oleh banyak gembala dan awam yang memiliki hati, semangat, kemauan, dan persembahan diri. Ada perjalanan panjang yang telah dilalui sejak komunitas umat di wilayah ini pada tahun 1991 berinisiatif membangun kapel sederhana yang dikenal dengan sebutan Kapel Mojopahit. Dalam kurun waktu 2013-2022, lahirlah tiga wilayah baru, yaitu Wilayah St. Maria Assumpta, Wilayah St. Bonaventura dan Wilayah St. Maria Immaculata.

Setelah perjalanan dan penantian yang panjang, babak baru perjalanan persekutuan umat di Payo Selincah pun dimulai. Pada tanggal 9 Maret 2022 Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono resmi menetapkan Tim Persiapan Pengembangan Wilayah Pelayanan di Gereja St. Maria Ratu Rosario Payo Selincah dan sekitarnya. Berita ini membawa sukacita bagi seluruh umat. Mereka bersiap untuk menjadi sebuah paroki mandiri yang lahir dari Paroki St. Teresia Jambi.

Menjadi Paroki Baru

Tidak terasa, setelah 18 tahun Gereja St. Maria Ratu Rosario berdiri dan menjadi pusat perayaan iman bagi umat di Payo Selincah, sejarah baru pun terukir. Pada Selasa, 7 Oktober 2025, Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono resmi menetapkan Pos Pelayanan ini menjadi sebuah paroki baru di Provinsi Jambi, yaitu Paroki St. Maria Ratu Rosario Payo Selincah dan menunjuk Pastor Romanus Edi Suryono menjadi Pastor Paroki. Sebagai sebuah paroki baru, saat ini umat Payo Selincah berjumlah 752 KK dengan 2672 jiwa. Umat di Paroki ini umumnya adalah orang Flores, Jawa, Batak, Tionghoa, dan Nias. Persekutuan umat tersebar di 5 wilayah dengan 21 lingkungan, 6 stasi dan 7 tempat misa yang berada di Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Mgr Yohanes Harun Yuwono memukul gong menandai peresmian Paroki Santa Maria Ratu Rosario Payo Selincah-Jambi

**RD. Titus Jatra Kelana

Foto: Komsos KAPal dan SMRR Payo Selincah

Leave a Reply

Your email address will not be published.