Tandai HUT Ke-39 PDKK Ibu-ibu Hati Kudus Palembang Gelar Seminar

Menandai ulang tahun ke-39 Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) Ibu-Ibu Hati Kudus Palembang menggelar kegiatan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) yang dikemas dalam bentuk seminar di Gereja Paroki Hati Kudus Palembang pada Sabtu (4/10/2025) siang pekan lalu.  Kegiatan yang mengusung tema Wanita Tangguh Pilihan Allah, Bukan Wanita Biasa ini secara resmi dibuka oleh Pastor Paroki Hati Kudus Palembang, Pastor Vincentius Sri Herimanto SCJ.

Pastor Paroki Hati Kudus Palembang, Pastor Vincentius Sri Herimanto SCJ membuka seminar dengan doa pembuka.

Hadir sebagai pembicara dalam seminari ini adalah Koordinator BPK Keuskupan Agung Purwokerto sekaligus Ketua Presidium DPP WKRI, Elly Kusumawati Handoko dan Pewarta-Pengajar BPK PKK Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Koordinator BPPG Keuskupan Agung Palembang, Elizabeth Satrini.

Dalam paparannya, Elly Kusumawati mengajak para peserta untuk merenungkan peran perempuan-perempuan tangguh dalam Kitab Suci, seperti Sara istri Abraham, Miriam saudara Musa, Rut Perempuan dari Moab, Debora, dan Ester dalam Perjanjian Lama yang dipilih Allah untuk mewujudkan karya keselamatan. Ia juga mengajak peserta untuk belajar dari para perempuan hebat dalam Perjanjian Baru. Menurutnya, sosok yang utama adalah Maria Bunda Yesus yang menjadi teladan ketaatan penuh pada kehendak Allah. Selain Bunda Maria, menurutnya ada beberapa perempuan lain dalam Perjanjian Baru yang layak menjadi contoh dalam beriman, seperti Maria Magdalena, Marta dan Maria dari Betania, serta perempuan Samaria.

Elly Kusumawati Handoko memberikan materi seminar di Paroki Hati Kudus Palembang

“Perempuan bukan sekadar figur pasif, melainkan turut menentukan jalan keselamatan Allah bagi umat-Nya”, ungkapnya.

Elly juga menegaskan bahwa, “Kekuatan seorang wanita tidak terletak pada kemampuannya sendiri, melainkan pada penyerahan penuh kepada rencana Allah”.

Elizabeth Satrini yang tampil sebagai pemateri kedua dalam paparannya menyampaikan pentingnya membangun relasi pribadi dengan Allah. “Allah lebih dahulu setia kepada manusia, sehingga umat-Nya dipanggil untuk setia menjalin persekutuan denganNya setiap waktu”, jelasnya.

Peserta seminar dari paroki-paroki sekitar kota Palembang

Ia menekankan bahwa kesetiaan dalam doa, membaca Kitab Suci, dan merayakan Ekaristi menjadi jalan untuk memperdalam relasi dengan Allah. Dari relasi yang semakin erat ini, seorang wanita akan mengalami kekuatan rohani yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Elizabeth Satrini menjadi pemateri kedua dalam seminar yang dilaksanakan di Paroki Hati Kudus Palembang

Menurut Elizabeth, seorang wanita yang hidup dekat dengan Allah tidak akan kekurangan karunia, terutama tujuh karunia Roh Kudus yang meliputi kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan, kesalehan, dan takut akan Allah. Dengan karunia-karunia ini, wanita Katolik akan mampu menjadi teladan iman di keluarga, komunitas, dan masyarakat luas.

Salah seorang peserta dari Paroki Santo Yoseph Palembang, Laurensia Maria Sukadaryati, membagikan pengalamannya. Menurutnya materi yang disajikan membuka cakrawala baru tentang peran perempuan Katolik yang dianugerahi kekuatan dan ketangguhan yang Istimewa oleh Allah.

Laurensia Maria Sukadaryati peserta dari Paroki Santo Yoseph Palembang

Baginya seminar ini merupakan pengalaman rohani yang menguatkan sekaligus memotivasi untuk terus menjadi wanita tangguh pilihan Allah dalam kehidupannya setiap hari, menjadi berkat bagi keluarga dan sesama.

**Fr. Bednadetus Aprilyanto

Foto: Komsos KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.