Renungan Harian Sabtu, 8 November 2025

Rm. 16:3-9,16,22-27; Mzm. 145:2-3,4-5,10-11; Luk. 16:9-15; BcO Yeh. 1:3-14, 22-2:8; (H)

Dari yang kecil.

Berawal dari Hal Kecil

Saudara-saudari terkasih, kata setia tentu bukanlah hal yang asing bagi kita. Namun, kesetiaan sejati bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah pilihan yang lahir dari kemauan hati dan diwujudkan dengan totalitas hidup. Kesetiaan selalu dimulai dari hal-hal kecil, dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan kasih dan tanggung jawab.

Sayangnya, dalam keseharian kita sering kali bersikap acuh terhadap hal-hal yang tampak sepele. Kita lebih memperhatikan tanggung jawab besar yang bisa dilihat orang, tetapi mengabaikan hal-hal kecil yang justru menjadi dasar dari kesetiaan sejati. Padahal, sikap setia justru teruji dalam hal-hal kecil — dalam tugas sederhana, janji kecil, dan pelayanan sehari-hari yang mungkin tidak diperhatikan orang lain.

Saudara-saudari terkasih, hidup beriman menuntut kesetiaan yang utuh dan teguh. Dalam situasi apa pun dan di tengah tantangan apa pun, iman kita seharusnya tidak mudah goyah oleh rayuan atau godaan yang menggiurkan dari sisi manusiawi kita. Percaya kepada Allah berarti menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya, karena hanya Allah satu-satunya sumber keselamatan dan kekuatan hidup kita.

Namun, dalam kenyataan, kita seringkali tidak tegas dalam mengambil sikap iman. Kadang kita mudah putus asa, mudah menyerah, atau merasa khawatir berlebihan ketika menghadapi kesulitan. Sikap seperti ini membuat kita kehilangan daya tahan rohani dan mengaburkan makna sejati dari kesetiaan itu sendiri.

Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk belajar setia dalam setiap tugas dan tanggung jawab, sekecil apa pun itu. Kesetiaan bukan diukur dari besar kecilnya tanggung jawab, melainkan dari ketulusan hati dalam melaksanakannya. Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus pernah berkata, “Hal-hal kecil yang dilakukan dengan cinta jauh lebih berharga daripada karya besar yang dilakukan tanpa kasih.”

Maka, marilah kita mempersatukan diri dengan Allah, sumber segala kasih dan kesetiaan, agar setiap tugas, tanggung jawab, dan pelayanan yang kita emban dapat kita laksanakan dengan cinta yang murni. Kiranya melalui kesetiaan kita dalam hal-hal kecil, kita semakin dimampukan untuk menjadi saksi kasih Allah di tengah dunia. Semoga Tuhan memberkati dan meneguhkan langkah kesetiaan kita setiap hari.

Fr. Yohanes Jumadi-Tingkat 4

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.