Renungan Harian Jumat, 14 November 2025

Keb. 13:1-9; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 17:26-37; BcO Yeh. 13:1-16; (H)

Berjaga-jagalah.

Mempersiapkan Diri dan Hati

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk mengingat berbagai peristiwa pada zaman Nabi Nuh dan Lot. Ia mengingatkan kita tentang pentingnya berjaga-jaga dan tidak terlena atau tenggelam dengan urusan dunia.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dituntut untuk bekerja keras mencari nafkah agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidup, sehingga kita dapat hidup dengan layak bersama seluruh anggota keluarga dan dapat mengembangkan hidup yang adalah anugerah dari Tuhan ini dengan sebaik-baiknya.  Meski, tanpa kita sadari tidak jarang seluruh aktivitas hidup kita sepanjang hari tercurah untuk hanya memenuhi kebutuhan hidup tersebut.

Yesus mengingatkan bahwa semua itu bersifat sementara. Pada hari Tuhan tiba, keterikatan pada barang-barang duniawi justru bisa menjadi beban yang menghalangi kita untuk siap menyambut-Nya. Yesus mengajak kita untuk tidak terikat pada hal-hal duniawi sehingga kita dapat menerima Yesus dengan hati yang bebas dan ikhlas.

Mungkin kita akan bertanya kapan Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya? Kita sebenarnya tidak perlu berpikir dan mempersoalkan kapan Dia akan datang lagi karena yang paling penting adalah menata hidup dan diri agar kita selalu siap untuk menerima kehadiran-Nya kapan pun dan di mana pun. Kesiapan diri ini dibangun dengan selalu mau membuka diri dan membiarkan hidup kita dikuasai serta digerakkan oleh Allah sendiri untuk bertindak dengan baik dan benar sesuai dengan kehendak-Nya.

Apa yang kita lakukan saat ini seharusnya mengarahkan kita pada persiapan untuk menyambut kedatangan Allah. Mari kita mohon rahmat kebijaksanaan dariNya agar dalam aneka kesibukan dan berbagai macam kegiatan yang harus kita kerjakan, kita juga tidak kehilangan perhatian akan hal-hal rohani yang mengarahkan kita kepada kehidupan kekal, keselamatan abadi.

Saudara-saudari terkasih, menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya adalah langkah yang bijaksana, karena pada akhirnya hanya iman dan hubungan kita dengan Tuhan yang akan menyelamatkan. Semoga kita setia bersiap dan berjaga-jaga, bukan dalam kecemasan, tetapi dalam iman yang teguh dan kasih yang tulus kepada Tuhan dan sesama. Maukah kita untuk selalu siap dan berjaga-jaga untuk menantikan kedatangan Sang Juru Selamat? Semoga Tuhan memberkati kita semua.

**Fr. Ignasius Seda – Tingkat 1

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.