Jagalah hatimu dan rawatlah jiwamu, karena hanya dialah yang akan mendampingimu di dunia dan di surga – Rio SCJ

Setiap cerita memiliki makna. Dalam sebuah perjalanan perhatian saya pada salon kecantikan yang mulai menjamur di Timika. Ada puluhan salon kecantikan di kanan kiri jalan dari biara menuju kota Timika. Salon kecantikan memang menarik perhatian, dan selalu banyak pengunjung.
Uang digelontorkan demi sebuah kecantikan, ketampanan. Rambut yang memutih dibuat hitam atau pirang. Hidung pesek dibuat mancung. Pipi kasar penuh jerawat diubah glowing. Kulit hitam disulap putih. Rambut keriting di smooting. Sedot lemak sana sini. Perut buncit dibuat langsing.
Kadang kita hanya fokus pada hal fisik dan duniawi saja; kecantikan, ketampanan, uang, tabungan, jabatan, kemewahan, dan harta benda. Kita terlalu mencintai fisik dan mengabaikan jiwa kita. Memberi berlebih pada fisik, tapi lupa memberi yang terbaik pada jiwa.
Sadar atau tidak semua itu hanyalah sementara. Berapa puluh tahun sih paras tetap cantik, tetap tampan. Kegagahan, kecantikan dan keindahan fisik itu tak lama. Ia akan pergi begitu kita meninggal dunia.
Begitu banyak waktu, perhatian, tenaga, keringat dan air mata tuk mengumpulkan harta, kekayaan, uang, dan ribuan achievement. Tapi tak satu pun yang bisa kita bawa. Tak ada satu pun yang bisa kita miliki selamanya. Begitu kita meninggal ia akan pergi dan pindah tangan. Bahkan orang yang kita cinta dan paling setia pun. Mereka hanya bisa berdoa, menemani, dan menghantar kita sampai ke liang kubur.
Our soul. Jiwa itulah yang paling berharga di dunia. Meski kita sering mengabaikannya. Terlalu sibuk mengejar harta, kekuasaan, jabatan, dan hal duniawi. Padahal jiwa kita, our soul dialah yang akan bersama kita kemana pun kita pergi. Bahkan nanti saat kita meninggal dunia.
Ia tak pernah berhianat, walau ia sering kita hianati. Ia tak pernah pergi, walau kita sering mengabaikannya. Karenanya jagalah tubuhmu, niknati kerja kerasmu, luangkan waktu tuk orang tercinta, tapi jangan pernah lupa tuk merawat hatimu, jiwamu, imanmu, dan hidup rohanimu. Berilah makan dan minum tuk jiwamu. Berdoa, bersyukur, nikmatilah kesendirianmu bersamaNya. Luangkan waktu untuk Dia, karena Dialah teman sejati di dunia dan di surga. Deo gratias.
Edo/ Rio SCJ
