Renungan Harian Senin, 29 Desember 2025

Hari Biasa Oktaf Natal: 1Yoh 2:3-11; Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6; Luk 2:22-35; BcO Kid 1:1-8; (P)

Teruslah berharap pada Tuhan.

Spes Non Confundit

Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini mengisahkan kepada kita tentang Yusuf dan Maria yang mempersembahkan kanak-kanak Yesus ke Bait Allah. Di sana mereka berjumpa dengan Simeon, seorang yang hidupnya benar dan saleh. Dengan setia ia menantikan janji Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu penghiburan bagi Israel. Janji itu tergenapi tatkala ia melihat bayi mungil Yesus yang dipersembahkan oleh orang tuanya. Kehadiran Yesus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain dan keselamatan bagi umat Israel. Ia menyambut Yesus dan menatangNya sambil berkata: ”Sekarang Tuhan, perkenankanlah aku berpulang, sebab aku telah melihat keselamatan yang datang dari pada-Mu”. Hatinya begitu gembira, terpuaskan akan dahaga penantian dan takjub akan kuasa Allah yang akhirnya terpenuhi.

Dalam pengalaman sehari-hari, kerap kita dihadapkan pada sebuah penantian atau pengharapan. Ada pasutri yang telah menikah 10 tahun berdoa dan berharap diberi keturunan, mahasiswa berharap dapat belajar, lulus dengan baik dan mendapat pekerjaan. Melalui bacaan hari ini kita diingatkan bahwa kuasa dan rahmat Allah senantiasa menaungi dan menerangi setiap orang yang berseru-seru kepada-Nya. Tuhan tidak pernah tidur, dan kuasa-Nya sungguh hadir nyata bagi kita. Kita telah mendengar bagaimana Allah dengan kasih-Nya memenuhi kerinduan hari umat Israel secara khusus Simeon.

Jangan pernah berhenti berharap. Berharaplah kepada Tuhan bukan kepada yang lain. Berharaplah yang baik bukan yang buruk. Dalam semangat peziarahan Tahun Yubelium gantungkanlah seluruh harapan kepada Tuhan karena Spes non Confundit, pengharapan tidak mengecewakan.

Lalu apakah berharap saja cukup? Tentu tidak. Berharap tanpa usaha sama halnya dengan orang yang hanya berdoa tanpa berbuah dalam tindakan. Yohanes dalam bacaan pertama mengingatkan kita untuk setia dan tekun melaksanakan perintah Tuhan. Kita tidak berjuang sendiri, Ia selalu setia mendampingi dan menggandeng kita menuju puncak harapan kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Irvan HandrianTingkat 2

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.