Hari Biasa Oktaf Natal: 1Yoh 2:18-21; Mzm 96:1-2.11-12.13; Yoh 1:1-18; BcO Kid 2:8-3:5; (P)

Sabda Allah yang Membaharui Hati
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita telah mencapai akhir tahun 2025. Kita patut bersyukur atas semua yang telah kita terima sepanjang tahun ini. Dalam bacaan hari ini kita kembali diingatkan mengenai awal mula dari segala sesuatu “Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Yesus Sang Terang Sejati telah berkenan hadir bersama-sama dengan kita.
Melalui bacaan-bacaan hari ini, ada dua poin yang dapat kita renungkan bersama. Pertama, Yesus adalah Sabda yang menjadi Manusia. “Inilah Dia, Sabda yang telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita” (Yoh 1:14). Melalui Yesus, kita dapat melihat wujud Allah yang nyata di dalam kehadiran dan kasih yang kita rasakan. Peristiwa Natal merupakan peristiwa yang sangat agung bagi kita dengan kehadiran nyata dari Sang Sabda yang menjadi manusia. Namun kita perlu bertanya diri sungguhkah diri kita telah menjadi tempat yang layak untuk Yesus tinggal dalam diri kita yang terwujud melalui doa dan perbuatan kita sehari-hari?
Kedua, melalui bacaan pertama Yohanes menegaskan bahwa semangat untuk menolak kedatangan Kristus merupakan wujud dari roh penyesatan. Roh penyesatan ini hadir dalam kesombongan, egoisme, ketertutupan diri, kebencian, dan ketidakpedulian kepada sesama. Sikap yang demikian adalah sikap penolakan terhadap Sabda yang adalah kasih. Menjelang pergantian tahun ini, apakah sikap yang demikian juga masih ada dalam diri kita?
Saudara-saudari terkasih, perjalanan hidup selama satu tahun yang akan segera berlalu ini mengajak kita untuk semakin menyadari kasih Allah yang senantiasa menyertai hidup kita. Tahun baru yang akan segera kita sambut memberikan kesempatan kepada kita untuk terus membaharui diri. Maka, seraya bersyukur atas aneka pengalaman yang kita lalui dan berkat yang telah kita terima, mari kita mohonkan rahmat agar Sang Sabda itu membaharui hidup kita agar semakin berkenan di hadapan-Nya. Bukalah hati agar Sabda itu menjadi penuntun setiap langkah perjalanan hidup kita, menjadi garam dan terang serta pembagi kasih-Nya yang tidak berkesudahan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Yohanes Wahyu Vega–Tingkat 4
Foto: Pinterest
