Menyongsong Harapan Baru: Kuria dan Tim Pemekaran KAPal Gelar Dengar Pendapat tentang Wacana Dekanat Jambi Jadi Keuskupan

Sebuah tonggak sejarah baru bagi perjalanan iman umat Katolik di Provinsi Jambi mulai dipancangkan. Kuria Keuskupan Agung Palembang (KAPal) bersama Tim Pemekaran resmi menggelar pertemuan Dengar Pendapat bersama para imam dan tokoh umat Dekanat Jambi di aula Paroki St. Gregorius Agung Jambi pada Senin (26/1/2026) petang. Pertemuan yang mengusung wacana Dekanat Jambi menjadi keuskupan ini tidak hanya sekedar mendengarkan, tetapi juga menyatukan derap langkah seluruh elemen Gereja dalam menyambut fajar kemandirian baru di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, menegaskan bahwa rencana ini bukan hal yang baru, melainkan wacana yang telah terungkap dalam Sinode II KAPal.

“Wacana mengenai Keuskupan Jambi sebetulnya bukan ide saya, karena saya dengar sudah pernah terdengar dalam Sinode II Keuskupan Agung Palembang dan yang menyuarakan itu tokoh umat dari sini. Kita lanjutkan apakah yang kita dengarkan atau yang pernah terdengar di Sinode II itu masuk akal, bisa dilanjutkan, bisa ditindaklanjuti,” ungkap Bapa Uskup.

Mgr. Yohanes menghadiri dengar pendapat mengenai wacana Dekanat Jambi menjadi keuskupan.
| Foto: Komsos KAPal

Menurut Bapa Uskup, Dengar Pendapat tidak hanya dilaksanakan di wilayah Dekanat Jambi, tetapi juga akan digelar di Bengkulu dan Sumatera Selatan, di seluruh wilayah KAPal. Dengan mendengarkan harapannya sebuah keuskupan yang nantinya berdiri sungguh merupakan kehendak dari akar rumput bukan kehendak dari atas, dan hal penting karena merupakan salah satu syarat penting dalam proses pendirian keuskupan baru.

Lebih lanjut, dalam pertemuan yang juga dihadiri anggota Kuria dan Tim Pemekaran Paroki-Keuskupan KAPal, yaitu Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang sekaligus Ketua Tim Pemekaran Paroki-Keuskupan KAPal, Romo Yohanes Kristianto, Sekretaris Keuskupan, Romo Alexander Pambudi SCJ, Ekonom Keuskupan, Romo Emmanuel Belo Sede, dan anggota Tim Pemekaran, Romo Agustinus Giman dan Romo Titus Jatra Kelana ini Mgr. Yohanes juga menuturkan bahwa wacana pemekaran ini dapat menjadi jawaban atas luasnya wilayah pelayanan dan pertumbuhan umat yang sangat pesat di Keuskupan Agung Palembang, khususnya di wilayah Provinsi Jambi.

“Jambi sangat layak untuk menjadi keuskupan karena wilayah yang luas dan jumlah umat yang terus berkembang,” ujar Mgr. Yohanes. Beliau pun menambahkan bahwa kompleks Paroki St. Gregorius Agung saat ini sangat memadai untuk dikembangkan menjadi Katedral dan pusat keuskupan di masa depan

Harapan Besar dan Target 2033

Wacana ini bukan sekadar rencana jangka pendek. Tim Pemekaran menargetkan peresmian Keuskupan Sufragan Jambi pada tahun 2033, bertepatan dengan Yubileum Penebusan: Peringatan 2.000 tahun Sengsara, Wafat, dan Kebangkitan Yesus. Untuk mencapainya, sebuah “Peta Jalan” (Roadmap) akan disusun mulai tahun 2026 ini.

Pastor Paroki St. Gregorius Agung Jambi sekaligus Dekan Dekanat Jambi, Romo Felix Astana Atmaja SCJ, mengungkapkan optimisme melihat dinamika perkembangan umat Katolik di Provinsi Jambi yang kini mencapai lebih dari 20.000 jiwa. “Dekanat Jambi adalah wilayah yang menjanjikan. Mari kita sambut dengan sukacita,” ungkapnya.

Pastor Paroki St. Gregorius Agung Jambi sekaligus Dekan Dekanat Jambi, Romo Felix Astana Atmaja SCJ.
| Foto: Komsos KAPal

Suara dari Akar Rumput: “Jangan Kehilangan Momen”

Pertemuan ini juga menjadi ajang bagi para pastor dan tokoh umat untuk memberikan masukan kritis sekaligus dukungan penuh. Mewakili umat Paroki St. Gregorius Agung, Pantun Bukit mengungkapkan bahwa pemekaran merupakan wacana yang telah lama digaungkan dan disambut dengan sukacita, serta didukung untuk segera ditindaklanjuti. “Jika pemekaran tidak segera dilakukan, kita akan kehilangan momen. Ini bukan mimpi, maka perlu dibuat tahapan agar dapat terwujud sesuai rencana.”

Hal senada disampaikan oleh Pastor Paroki St. Paulus Muara Bungo, Romo Pankrasius Boki. Selain mendukung rencana yang digulirkan, ia pun menegaskan bahwa wacana pemekaran keuskupan merupakan salah satu wujud dari Sinode III KAPal dalam upaya untuk mendekatkan imam dengan umat dan umat dengan imamnya.

Pastor Paroki St. Paulus Muara Bungo, Romo Pankrasius Boki menyampaikan pendapatnya.
| Foto: Komsos KAPal

Persiapan SDM dan Dukungan Banyak Pihak

Selain aspek administratif, kualitas iman dan ketersediaan tenaga pastoral menjadi sorotan utama. Pastor Paroki St. Isidorus Singkut, Romo Antonius Dwi Pramono SCJ menekankan pentingnya menyiapkan imam diosesan dengan kualifikasi memadai, sementara Pembimas Katolik Provinsi Jambi, Theresia Ari Sukarni menyatakan dukungan penuh atas rencana pemekaran dan siap berkolaborasi.

Pembimas Katolik Provinsi Jambi, Theresia Ari Sukarni turut menyampaikan dukungannya.
| Foto: Komsos KAPal

Dukungan juga datang dari kalangan religius. Sr. Yustantika FMM menyatakan bahwa, “Para suster yang berkarya di Jambi sangat mendukung wacana pemekaran serta siap untuk dilibatkan dalam persiapan dan pelayanan.”

Sr. Yustantika FMM turut menyampaikan dukungannya.
| Foto: Komsos KAPal

Langkah Selanjutnya

Sekretaris KAPal, Romo Alexander Pambudi SCJ, menegaskan bahwa setelah tahap mendengar ini, langkah konkret berikutnya adalah pembentukan Tim Pastoral Pemekaran Keuskupan untuk menyusun dan mengelola peta jalan sesuai dengan tahapan yang dibutuhkan.

Sedangkan Romo Yohanes Kristianto memberi catatan penegasan yang menekankan pentingnya basis data dalam proses ini. “Aneka sharing perlu didukung dengan membuat kajian yang komprehensif dan ditunjang dengan data-data yang memadai,”

Semoga pertemuan ini sungguh menjadi langkah awal untuk bersinergi dan berjalan bersama dalam perjalanan iman yang panjang mewujudkan Gereja Keuskupan Sufragan Jambi.

Perwakilan umat menyampaikan pendapat dan dukungannya.
| Foto: Komsos KAPal

***TJK (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.