Mgr. Yohanes Harun Yuwono Ajak Kongregasi KYM Hadir dan Berkarya di Kuasi Paroki Santa Maria Bunda Gereja Tebo, Jambi

Selasa, 27 Januari 2026, menjadi hari yang tidak biasa bagi umat di Kuasi Paroki St. Maria Bunda Gereja, Tebo, Jambi. Suasana hangat menyelimuti pertemuan saat Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, hadir membawa kabar baik bagi masa depan komunitas di sana. Tidak datang sendirian, Mgr. Yohanes didampingi oleh anggota Kuria Keuskupan Agung Palembang (KAPal), yaitu Vikaris Jenderal KAPal sekaligus Ketua Tim Pemekaran Keuskupan, Romo Yohanes Kristianto, Sekretaris Keuskupan, Romo Alexander Pambudi SCJ, Ekonom Keuskupan, Romo Emmanuel Belo Sede, serta anggota Tim Pemekaran, yaitu Romo Agustinus Giman dan Romo Titus Jatra Kelana.

Mgr. Yohanes Harun Yuwono menyapa umat di Kuasi Paroki Tebo. | Foto: Komsos KAPal

Dekan Dekanat Jambi sekaligus Pastor Paroki St. Gregorius Agung Jambi, Romo Felix Astana Atmaja SCJ, Pastor Paroki St. Paulus Muara Bungo, Romo Pankrasius Redemptus Boki. Pastor Kuasi Paroki St. Maria Tebo, Romo Andreas Eko Wahyudianto dan Romo Antonius Manik juga turut hadir mendampingi Bapa Uskup. Kehadiran mereka semua memberikan sinyal kuat bahwa perkembangan iman dan sosial di wilayah ini tengah menjadi prioritas utama.

Kunjungan ini terasa semakin spesial dengan kehadiran dua tamu jauh dari Pematangsiantar, Sumatera Utara. Sr. M. Aloysia Manihuruk KYM dan Sr. M. Nikasia Sinaga KYM hadir mewakili pimpinan Kongregasi Kasih Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik (KYM). Kehadiran mereka bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah langkah nyata menindaklanjuti undangan Mgr. Yohanes agar kongregasi ini membuka komunitas baru dan melayani di tengah umat Tebo.

Pendidikan: Investasi Kasih yang Paling Nyata

Fokus utama kehadiran para suster KYM kali ini adalah melakukan survei lapangan. Mengingat Kongregasi KYM dikenal memiliki kharisma dan perhatian yang sangat besar di bidang pendidikan, rencana kehadiran mereka di Tebo diharapkan mampu menjawab kerinduan umat akan akses pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Mgr. Yohanes dalam refleksinya menekankan bahwa kehadiran Gereja tidak hanya soal urusan altar, tapi juga soal memanusiakan manusia melalui ilmu pengetahuan, yaitu pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai jalan paling efektif untuk membangun masa depan anak-anak di daerah misi seperti Tebo.

Menenun Masa Depan Bersama

Kehadiran Sr. Aloysia dan Sr. Nikasia di tengah Kuria Keuskupan menjadi simbol kolaborasi yang manis antara gembala dan kaum religius. Bagi umat di Kuasi Paroki St. Maria Bunda Gereja Tebo, momen ini adalah titik terang. Ada harapan bahwa di tanah Seentak Galah, Serengkuh Dayung, nantinya tidak hanya tumbuh bangunan fisik, tetapi juga bertumbuh tunas-tunas muda yang cerdas dan berbudi pekerti luhur berkat bimbingan para suster.

Romo Andreas Eko Wahyudianto mendampingi suster dalam survei lapangan. | Foto: Komsos KAPal

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi hangat dan peninjauan lokasi yang akan menjadi ladang karya mereka. Jika semua berjalan lancar, kehadiran komunitas KYM di Tebo akan menjadi babak baru dalam sejarah Keuskupan Agung Palembang, di mana pendidikan dan kasih bergerak beriringan menyapa setiap jiwa.

***TJK (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.