PW St. Agata
1Raj. 2:1-4,10-12; MT 1Taw. 29:10,11ab,11d-12a,12bcd; Mrk. 6:7-13; BcO Kej 32:3-30.

Diutus kepada Segala Makhluk
Saudara-saudari yang terkasih, bacaan pertama dan bacaan Injil hari ini menampilkan dua peristiwa yang berbeda, namun memiliki makna yang saling berkaitan. Keduanya berbicara tentang perutusan. Karena itu, kita diajak untuk merenungkan makna “mengutus” dan “diutus”, sebuah kata yang sangat akrab dalam kehidupan Gereja. Kata “diutus” bahkan selalu kita dengar pada akhir Perayaan Ekaristi sebagai bagian dari ritus penutup yang memiliki makna teologis yang mendalam. Pada hari ini, kita diajak untuk kembali menyadari identitas kita sebagai umat yang diutus oleh Tuhan.
Sebagai umat beriman, kita semua menerima perutusan untuk menjadi pewarta Injil. Perutusan ini berasal langsung dari Yesus sendiri, sebagaimana tertulis dalam Markus 16:15: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Amanat ini menegaskan bahwa pewartaan Injil bukan hanya tugas para rasul atau pelayan Gereja, melainkan tanggung jawab seluruh umat beriman. Setiap orang dipanggil untuk mewartakan Injil melalui perkataan dan terutama melalui kesaksian hidup sehari-hari.
Namun dalam kenyataannya, kita sering kali mengabaikan perutusan ini. Bahkan, tanpa disadari, kita dapat menjadi penghalang bagi kabar sukacita Injil ketika kita berlaku tidak adil, mengabaikan sesama, atau merusak alam ciptaan. Perutusan kerap dipersempit hanya pada relasi antar-manusia, padahal Yesus dengan jelas berkata bahwa Injil harus diberitakan kepada “segala makhluk.” Artinya, kepedulian terhadap lingkungan dan seluruh ciptaan juga merupakan bagian dari pewartaan Injil yang sejati.
Pada hari ini Gereja juga memperingati Santa Agata, perawan dan martir yang dengan setia mempertahankan imannya kepada Kristus meskipun harus menghadapi penderitaan. Teladan hidupnya menguatkan kita agar tidak gentar dalam menjalankan perutusan, apa pun tantangan yang dihadapi. Marilah kita mewartakan Injil bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga melalui sikap hormat dan tanggung jawab terhadap seluruh ciptaan, sehingga hidup kita sungguh menjadi kesaksian kasih Allah bagi dunia. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Heribertus Dino-Tingkat 1
Foto: Pinterest
