
Merayakan hari kasih sayang nggak melulu soal cokelat atau bunga. Remaja Katolik (Remaka) dan Misdinar Paroki Santo Yoseph Palembang punya cara yang lebih dalam untuk memaknai cinta, yaitu melalui aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Cinta Itu Perlu Aksi, Bukan Sekadar Emosi
Bertempat di Gedung Serbaguna pada Sabtu (14/2/2026) sore, puluhan remaja berkumpul untuk mengikuti kegiatan bertema “Love in Action”. Acara ini merupakan inisiasi dari Seksi Bina Iman Remaja, Bidang Pewartaan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang.

Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Romo Antonio Paulo Secundo Guma Pukan dari Wismalat Podomoro. Dalam paparannya ia mengajak para remaja untuk menggali lebih dalam makna cinta yang sesungguhnya.
“Cinta itu sabar, murah hati, tidak sombong, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri,” ujar Romo Anton mengutip pesan Rasul Paulus.
Empat Pilar Cinta Versi Erich Fromm
Tak hanya dari sisi rohani, Romo Anton juga membedah teori Erich Fromm untuk menjelaskan bahwa cinta adalah sebuah kemampuan, bukan sekadar “kejatuhan”. Ada empat unsur penting yang ditekankan bagi para remaja, yaitu kepedulian (care), tanggung jawab (responsibility), hormat (respect), dan pengetahuan/mengenal dengan benar (knowledge).

Cinta Setiap Hari, Bukan Setahun Sekali
Meskipun Valentine dirayakan setiap 14 Februari, Romo Anton berpesan agar anak-anak muda Katolik tidak terpaku pada tanggal tersebut saja. Love in Action harus dipraktikkan setiap hari, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat bermain.
Keseruan acara ini ditutup dengan sesi tukar kado antar peserta dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi bersama di Gereja Santo Yoseph Palembang pada pukul 17.30 WIB.
***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)
