
Suasana merah menyala dan penuh sukacita menyelimuti Gereja Santo Fransiskus de Sales (Sanfrades) Palembang pada Selasa (17/2/2026) pagi. Umat Katolik berkumpul untuk merayakan syukur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili melalui Misa Inkulturasi yang memadukan kekayaan tradisi Tionghoa dengan iman Kristiani.
Perpaduan Tradisi yang Memukau
Misa yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin oleh Romo Florentinus Heru Ismadi, SCJ, bersama Romo Petrus Haryanto, SCJ dan Romo Stepanus Sigit Pranoto, SCJ. Sejak awal, nuansa oriental sudah terasa kental di seluruh sudut gereja

Keindahan inkulturasi terlihat jelas dari berbagai aspek liturgi, di antaranya mulai dari para petugas liturgi yang tampil serasi dengan busana bernuansa merah, iringi nyanyian koor yang khas, keceriaan anak-anak yang menari saat mengiringi perarakan petugas liturgi dan pembawa persembahan, hingga aneka ornamen khas Imlek yang memperindah area altar gereja. Seluruh rangkaian perayaan menghadirkan harmoni antara iman Katolik dan kekayaan budaya Tionghoa.

Memaknai Simbol
Dalam homilinya, Romo Florentinus Heru Ismadi SCJ mengajak umat untuk memahami makna di balik berbagai tradisi Imlek. Ia menjelaskan beberapa kebiasaan yang sering dijumpai saat perayaan Imlek, seperti kebiasaan mencukur rambut menjelang hari raya, tradisi angpao, simbol jeruk, kue keranjang, hidangan ikan, hingga larangan menyapu pada hari raya Imlek.

Menurutnya, tradisi-tradisi tersebut tidak sekadar dilakukan sebagai kebiasaan turun-temurun, tetapi perlu diketahui maknanya agar membawa nilai kebaikan dan harapan dalam kehidupan.
“Tahun Baru Imlek adalah momen syukur atas penyertaan Tuhan di hari-hari yang lalu dan waktu untuk memohon berkat Tuhan agar setiap langkah ke depan semakin diberkati, dipenuhi harapan, serta membawa kebaikan dalam keluarga dan masyarakat,” pesan Romo Heru menutup homilinya.
Berkat Jeruk dan Angpao

Kemeriahan mencapai puncaknya setelah berkat penutup Perayaan Ekaristi, khususnya saat para imam dan panitia membagikan jeruk dan angpao kepada seluruh umat yang hadir. Wajah-wajah penuh senyum dan sukacita tampat saat umat menerima simbol berkat tersebut.
Perayaan ini menjadi wujud nyata bagaimana Gereja mampu merangkul dan menghidupi kekayaan budaya dalam terang iman Kristiani. Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
***Fr. Simeon Sanjaya SCJ (Kontributor Paroki Sanfrades)
