Perjuangan panjang para guru dan murid SD Xaverius Simpang Rambutan akhirnya berbuah manis. Setelah bertahun-tahun menumpang belajar di teras gereja, gedung sekolah baru yang representatif pun akhirnya diberkati dan diresmikan pada Sabtu (14/2/2026). Momen ini menjadi tonggak sejarah baru bagi pendidikan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar), Jambi.
Berawal dari Teras Gereja
Perjalanan sekolah ini dimulai pada tahun ajaran 2023/2024 dengan hanya 29 murid. Saat itu, kegiatan belajar mengajar harus memanfaatkan teras Gereja St. Lidwina yang disulap menjadi ruang kelas darurat. Sisi kiri untuk SD dan sisi kanan untuk TK.

Meski fasilitas terbatas, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pada tahun kedua, sekolah bahkan terpaksa membatasi kuota karena daya tampung yang tidak mencukupi. Kini, di tahun ketiga (Tahun Ajaran 2025/2026), jumlah murid terus berkembang hingga kelas 3 dengan total 114 siswa.
Misa Syukur dan Pemberkatan Gedung
Prosesi peresmian diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, bersama 8 imam konselebran, di antaranya Ketua Yayasan Xaverius Palembang, Romo Stepanus Supardi, Pastor Paroki St. Teresia Jambi, Romo F.X Tri Priyo Widarto SCJ, Pastor Paroki St. Maria Ratu Rosario Payo Selincah, Romo Romanus Edi Suryono, dan Pastor Kepala Pos Pelayanan St. Lidwina Simpang Rambutan, Romo Ignasius Wahyudi. Meski sempat diwarnai rintik hujan dan tanah merah yang lengket, suasana tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat.

“Semoga gedung ini menjadi berkat dan nama Tuhan semakin dimuliakan melalui pendidikan di sekolah Xaverius ini,” menjadi doa utama dalam pemberkatan tersebut. Seluruh ruangan diperciki air suci sebagai simbol penyucian tempat belajar bagi generasi masa depan.
Simbol Harapan
Acara seremonial ditandai dengan pemukulan gong, penandatanganan prasasti, hingga pengguntingan pita. Momen yang paling menarik perhatian adalah pelepasan tujuh ekor burung merpati ke angkasa. Tujuh merpati yang terbang tinggi ini membawa harapan besar akan perkembangan pendidikan di Simpang Rambutan dan sekitarnya.

Hadir dalam acara ini berbagai unsur pemerintah, mulai dari perwakilan Bupati Tanjabar, Dinas Pendidikan, Kepala Desa Suban, hingga jajaran TNI/Polri setempat. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap transformasi pendidikan yang dilakukan Yayasan Xaverius Palembang di wilayah tersebut.
Perjuangan Para Srikandi
Sejarah berdirinya gedung ini juga tidak lepas dari peran para guru perempuan. Menariknya, pada saat peletakan batu pertama oleh Romo Ignasius Wahyudi bersama C. Mujito, selaku Kepala Kantor Perwakilan Yayasan Xaverius Palembang wilayah Jambi pada 21 April 2025 lalu, seluruh tenaga pendidik di sekolah ini adalah wanita. Kini, dengan gedung baru dan bertambahnya tenaga pendidik, SD Xaverius Simpang Rambutan siap melaju lebih kencang untuk mencerdaskan anak bangsa.

***Theresia Sumiyati (Laporan dari Simpang Rambutan)
