Renungan Minggu, 1 Maret 2026

HARI MINGGU PRAPASKAH II

Kej. 12:1-4a; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; 2Tim. 1:8b-10; Mat. 17:1-9; BcO Kel. 13:17-14:9; (U).

Ketika Tuhan Menyapa

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita memasuki Minggu Prapaskah II. Dalam Injil kita mendengar kisah Yesus yang berubah rupa di atas gunung. Wajah-Nya bercahaya dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau. Peristiwa ini terjadi setelah Yesus berbicara tentang penderitaan dan salib yang akan Ia alami. Para murid tentu merasa bingung dan takut. Karena itu, melalui peristiwa ini, Yesus meneguhkan hati mereka dengan memperlihatkan sekilas kemuliaan-Nya. Ia menunjukkan bahwa di balik salib ada terang, dan di balik penderitaan ada kemuliaan.

Pengalaman para murid itu sebenarnya juga menjadi gambaran perjalanan iman kita. Dalam hidup, kita pun sering berhadapan dengan “salib” kita masing-masing: masalah keluarga, pekerjaan, kesehatan, atau kekecewaan yang melukai hati. Kadang kita bertanya, di mana Tuhan saat hidup terasa berat? Injil hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah pergi. Ia tetap hadir, bahkan ketika kita tidak merasakan apa-apa. Terang Kristus memang tidak selalu menghilangkan masalah, tetapi memberi kita kekuatan untuk tetap berjalan.

Karena itu, di masa Prapaskah ini, kita diajak untuk tetap percaya. Jika hari ini kita sedang berada dalam situasi sulit, ingatlah bahwa perjalanan kita tidak berhenti pada penderitaan. Bersama Kristus, kita sedang diarahkan menuju terang. Semoga kita berani memegang harapan itu dan tetap setia melangkah, sebab Tuhan selalu menyertai kita sampai pada kemuliaan-Nya. Semoga Tuhan memberkati kita semua.

**Fr. Pius Gusnius-Tingkat IV

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.