Vikaris Apostolik Serukan Doa Usai Ledakan di Kawasan Teluk

Asap membubung ke langit setelah ledakan terdengar di Bahrain. | Foto: Fides News Agency

Menyusul sejumlah ledakan yang dilaporkan terjadi di Bahrain, Kuwait, dan Qatar di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Vikaris Apostolik Arab Utara memutuskan untuk menangguhkan seluruh kegiatan Gereja dan mengajak umat untuk tetap tenang, mengikuti arahan otoritas sipil, serta bersatu dalam doa memohon perdamaian.

Menurut laporan Vatican News, berbagai aktivitas Gereja di wilayah Apostolic Vicariate of Northern Arabia dihentikan sementara setelah muncul kabar ledakan di beberapa titik di Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

Serangan yang diduga dilakukan Iran dilaporkan terjadi di Dubai, Doha, Bahrain, dan Kuwait—wilayah yang memiliki pangkalan militer Amerika Serikat atau bersekutu dengan AS—serta di tempat lain. Serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran. Israel mengklaim beberapa tokoh penting rezim Iran tewas dalam serangan tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 53 orang meninggal dunia akibat serangan di sebuah sekolah putri di kota Minab, wilayah selatan Iran.

Menanggapi situasi tersebut, Uskup Aldo Berardi, Vikaris Apostolik Arab Utara, mengajak umat untuk berdoa demi perdamaian serta menjaga ketenangan dan kebijaksanaan.

Dalam wawancaranya dengan Kantor Berita Fides, Uskup Berardi mengatakan, “Saat ini kami belum mengetahui banyak hal. Kami telah menangguhkan semua kegiatan. Saya mengundang para imam di wilayah Vikariat untuk berkumpul dan merayakan Misa bagi perdamaian sore ini pukul 19.00 waktu setempat.”

Wilayah Apostolic Vicariate of Northern Arabia meliputi Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

Laporan media setempat menyebutkan bahwa rincian lokasi pasti salah satu ledakan di Bahrain masih belum jelas. Bahrain diketahui menjadi markas Komando Pusat Angkatan Laut Amerika Serikat dan Armada Kelima AS. Selain itu, laporan juga menyebutkan bahwa rudal balistik Iran menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait sebagai respons atas serangan militer gabungan yang dilakukan sebelumnya oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam suratnya kepada umat, Uskup Berardi mengimbau agar komunitas tetap tenang dan waspada terhadap langkah-langkah keamanan, sembari terus berpegang pada doa.

“Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini,” tulisnya, “saya meminta seluruh umat di Vikariat untuk tetap tenang, bersatu dalam doa, dan memperhatikan keselamatan bersama. Mohon dengan saksama mengikuti instruksi dari otoritas sipil serta mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan di rumah, tempat kerja, maupun paroki.”

Ia juga meminta para pastor paroki dan rektor gereja untuk mengambil langkah yang tepat dan membuat keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab demi keselamatan umat yang dipercayakan kepada mereka. Perhatian khusus diminta diberikan kepada para lansia, orang sakit, dan mereka yang paling rentan. Setiap perubahan kegiatan paroki akan diumumkan melalui saluran resmi.

“Semoga Tuhan melindungi Anda dan keluarga Anda, dan semoga Bunda Maria dari Arabia, Bunda kita, menjaga kita semua,” tutup Uskup Berardi, seraya memperluas seruan doa ini kepada komunitas internasional.

**Vatican News-Fides News Agency

Diterjemahkan dan disadur kembali oleh Diakon Bednadetus Aprilyanto dari Apostolic Vicar calls for prayer after Gulf explosions – Vatican News

Leave a Reply

Your email address will not be published.