Resmi! 45 Misdinar Baru Siap Melayani di Altar Gereja Santo Yoseph Palembang

Suasana khidmat menyelimuti Gereja Santo Yoseph Palembang pada Minggu (15/3/2026) sore. Sebanyak 45 anak resmi dilantik menjadi anggota baru Putera-Puteri Altar atau Misdinar. Pelantikan ini menjadi puncak dari perjuangan mereka yang telah menuntaskan pelatihan intensif selama enam bulan penuh demi mengemban tugas mulia di altar Tuhan.

Upacara pelantikan berlangsung dalam perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah IV yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo. Ke-45 anggota baru ini sebelumnya telah digembleng sejak Agustus 2025 hingga Maret 2026, mencakup pelatihan teori, praktik liturgi, hingga penanaman kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

Dalam homilinya, Romo Gono mengingatkan bahwa pelantikan ini bertepatan dengan Minggu Laetare, sebuah ajakan untuk bersukacita di tengah masa pertobatan. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati bagi para pelayan altar.

“Kita membutuhkan kerendahan hati untuk bekerja sama dengan rahmat Tuhan. Semoga kita terus bertumbuh dalam iman dan semakin dekat dengan Yesus, sehingga mampu menjadi saksi bagi-Nya,” pesan Romo Gono.

Upacara pelantikan ditandai dengan pengucapan janji oleh para anggota baru, yang dilanjutkan dengan pemercikan air suci. Sebagai simbol penerimaan, Romo Gono memberikan kalung kepada dua perwakilan anak. Suasana semakin semarak saat seluruh anggota baru yang telah dilantik menyanyikan lagu “Mars Putera Puteri Altar” dengan penuh semangat.

183 Anggota

Wenseslaus Christo Waning, salah satu pendamping Misdinar, menjelaskan bahwa saat ini total anggota Misdinar Santo Yoseph telah mencapai 183 orang dengan dukungan 24 pendamping. Ia berharap para anggota baru ini memiliki komitmen jangka panjang dalam melayani.

“Harapannya, adik-adik tidak hanya semangat di awal saja, tetapi konsisten melayani hingga dewasa, bahkan hingga nanti menjadi pengurus atau pendamping. Selain aktif di altar, mereka juga diharapkan aktif dalam kegiatan sosial di luar altar,” ujar Christo.

Menutup rangkaian upacara, Romo Gono memberikan pesan penyemangat bagi anak-anak yang baru bergabung, agar mereka tidak perlu merasa terbebani atau takut saat bertugas.

“Selamat melayani Tuhan. Tidak usah takut salah saat melayani, yang penting adalah terus belajar dari kesalahan itu sendiri,” pungkasnya.

***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.