Renungan Harian Minggu, 12 April 2026

Hari Minggu Paskah II – Minggu Kerahiman Ilahi

Kis. 2:42-47; Mzm. 118:2-4,13-15,22-24; 1Ptr. 1:3-9; Yoh. 20:19-31. (P)

Allah yang Maharahim

Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja merayakan Minggu Paskah II yang juga dikenal sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Bacaan suci hari ini mengingatkan kita akan kasih Allah yang tak terbatas—kasih yang melindungi, menghidupi, menjaga, dan menerima kita tanpa syarat. Kasih-Nya adalah anugerah yang diberikan secara cuma-cuma, namun sering kali kita sebagai manusia justru mengabaikannya. Karena itu, dalam suasana penuh rahmat ini, kita diajak untuk merendahkan diri di hadapan Allah, mengakui dosa dan kelemahan kita, agar layak menerima keselamatan yang dianugerahkan-Nya.

Injil hari ini menggambarkan situasi para murid setelah wafatnya Yesus. Mereka hidup dalam ketakutan hingga mengunci pintu rapat-rapat. Namun di tengah ketakutan itu, Yesus hadir dan berdiri di tengah mereka, seraya berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Ia menunjukkan luka-luka-Nya sebagai tanda kasih dan pengorbanan-Nya. Kehadiran Yesus mengubah ketakutan menjadi sukacita. Bahkan, Ia mengutus mereka dan menganugerahkan Roh Kudus, memberi mereka kuasa untuk mengampuni dosa. Ini menunjukkan bahwa kasih dan kerahiman Allah selalu hadir, bahkan di tengah ketakutan dan kelemahan manusia.

Kisah Tomas juga sangat dekat dengan pengalaman kita. Ia meragukan kesaksian para murid dan ingin melihat serta menyentuh sendiri luka-luka Yesus. Keraguan ini sering kali juga kita alami dalam hidup beriman. Namun ketika Yesus datang dan menampakkan diri kepadanya, Tomas pun percaya dan berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Dari keraguan, ia sampai pada iman yang mendalam. Melalui pengalaman Tomas, Yesus mengingatkan kita, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Sabda ini menantang sekaligus meneguhkan iman kita untuk tetap percaya meski tidak selalu melihat bukti secara langsung.

Akhirnya, melalui perayaan Kerahiman Ilahi ini, kita diingatkan bahwa kasih Allah selalu terbuka bagi kita. Kita dipanggil untuk percaya, meskipun terkadang masih diliputi keraguan, dan untuk mewujudkan iman itu dalam hidup sehari-hari. Semoga melalui doa, tindakan kasih, dan kesetiaan kita, iman kita semakin diteguhkan kepada Yesus Sang Maharahim. Semoga kita pun mampu menjadi saksi kerahiman Allah bagi sesama. Tuhan memberkati kita semua.

**Fr. Krisman Sanjaya- Tingkat VI

Leave a Reply

Your email address will not be published.