
“Ada pelayan Islam dijadikan panitia tahbisan imam. Inilah Nusa Tunggal, Kampung Kerukunan yang kami harus aplikasikan dalam kehidupan nyata, bukan hanya slogan. Karena rukun itu indah.”
Demikian disampaikan Kepala Desa Nusa Tunggal, Kecamatan Belitang III, OKU Timur, Sumatera Selatan, Suyanto, dalam sambutannya mewakili panitia Perayaan Tahbisan Imam, Romo Fransiskus Dedy Saputra SCJ yang digelar di Gereja St. Pius X, Nusa Tunggal, Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Rabu (29/4/2026) pagi.
Keterlibatan langsung Suyanto yang merupakan seorang Muslim sebagai koordinator dan penasihat panitia pada perayaan yang dipimpin oleh Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo ini merupakan sebuah peristiwa istimewa yang sekaligus mengokohkan predikat Desa Nusa Tunggal sebagai Kampung Kerukunan menjadi benar-benar terasa nyata. Di hadapan para imam dan ribuan umat yang hadir, ia menegaskan bahwa kerukunan di desanya bukanlah sekedar slogan di atas kertas.
Ia menceritakan bahwa sejak awal rencana ini diusulkan oleh Pastor Paroki Tegalrejo, Romo Amatus Sukadi SCJ, pemerintah desa langsung menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan acara tersebut. Suyanto juga mengapresiasi cuaca cerah yang menyertai acara, yang ia yakini sebagai berkat doa dari Bapa Uskup, para imam, dan seluruh umat setelah hari-hari sebelumnya terus diguyur hujan.

Suyanto memberikan pesan yang sangat personal dan menyentuh bagi Romo Dedy. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Romo Dedy sampai ke jenjang tahbisan imam adalah buah dari doa dan restu orang tua yang luar biasa. Ia berharap Romo Dedy senantiasa menebarkan cinta kasih Tuhan kepada sesama dan menjadi pelayan yang tulus bagi seluruh umat di manapun berkarya.
Simbol Toleransi
Perayaan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Romo Yohanes Kristianto, Superior Provinsial SCJ Indonesia, Romo Andreas Suparman SCJ, Romo Amatus Sukadi SCJ, serta unsur Muspika Kecamatan Belitang III. Kehadiran berbagai tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat ini semakin mempertegas status Desa Nusa Tunggal sebagai simbol toleransi di Sumatera Selatan.
Suasana menjadi semakin haru saat Suyanto mempersembahkan sebuah lagu berjudul “Hidup Ini Adalah Kesempatan” sebagai kado untuk Romo Dedy. “Oh Tuhan, pakailah hidupku selagi aku masih kuat, bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat” senandungnya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah seluruh umat.
Mengakhiri sambutannya, ia pun menyampaikan ucapan selamat bagi Romo Dedy. “Selamat bertugas untuk melayani umat, berkat Tuhan bersama Romo”, tutupnya.
***TJK (Redaksi)
