Renungan Harian Rabu, 6 Mei 2026

Kis. 15:1-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Yoh. 15:1-8. BcO Kis. 18:1-28.

Pokok Anggur

Saudara-saudari yang terkasih, dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar, dan kita sebagai ranting-rantingnya. Gambaran ini sederhana, namun menyentuh kedalaman hidup kita. Ranting tidak pernah bisa hidup sendiri, ia hanya bertumbuh jika tetap melekat pada pokoknya. Demikian juga dengan diri kita di luar Kristus, kita akan layu, tetapi di dalam-Nya, kita bertumbuh dan berbuah.

Dalam suasana Pekan Paskah kelima ini, kita diingatkan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya untuk dikenang, melainkan untuk dialami setiap hari. Tinggal di dalam-Nya berarti membiarkan hidup kita dipenuhi oleh kehadiran-Nya dalam doa, dalam Sabda, dan dalam tindakan kasih yang sederhana. Kebangkitan itu menjadi nyata justru dalam perubahan-perubahan kecil yang terus membentuk hati kita semakin serupa dengan Kristus.

 Saudara-saudari yang terkasih, Yesus juga berbicara tentang pemangkasan, sebuah proses yang sering kali tidak kita inginkan. Kegagalan, kekecewaan, dan kehilangan yang terasa menyakitkan bukanlah tanda bahwa Tuhan jauh, melainkan tanda bahwa Ia sedang bekerja dalam diam. Yesus memurnikan kita bukan untuk menghancurkan, tetapi agar kita sungguh bertumbuh dan menghasilkan buah yang lebih banyak.

Buah yang diharapkan dari hidup yang tinggal dalam Kristus bukanlah keberhasilan gemilang menurut dunia, tetapi kesetiaan dalam hal-hal kecil. Kesabaran dalam menghadapi orang lain, kerendahan hati dalam pelayanan, dan kemampuan untuk mengampuni, itulah tanda nyata kehadiran Kristus dalam hidup kita. Melalui hidup yang sederhana namun setia, orang lain dapat merasakan kasih Tuhan yang hidup.

Saudara-saudari yang terkasih, pada akhirnya, Yesus mengingatkan kita, “di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Ini bukan kata-kata yang melemahkan, melainkan undangan untuk bersandar sepenuhnya pada-Nya. Maka dalam keheningan hati dan batin, marilah kita bertanya dalam hati apakah saya sungguh tinggal dalam Kristus, dan apakah hidup saya sungguh menghasilkan buah dari kasih-Nya? Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Yohanes Deo (Tingkat III)

Leave a Reply

Your email address will not be published.