Penjaga Gerbang Terakhir: 115 Umat Paroki Tegal Sari Resmi Menjadi Laskar Kristus

Romo Yohanes Kristianto menerimakan Sakramen Krisma. | Foto: Komsos PaRasKu

Suasana khidmat bercampur sukacita menyelimuti Gereja St. Yudas Tadeus, Paroki Para Rasul Kudus (PaRasKu) Tegal Sari pada Sabtu, 9 Mei 2026. Sebanyak 115 umat, mulai dari usia remaja hingga dewasa, melangkah mantap menuju altar untuk menerima Sakramen Krisma. Momen ini menjadi tonggak sejarah iman mereka dalam memenuhi seluruh tahapan Sakramen Inisiasi Katolik.

Alunan Gamelan dan Peneguhan Iman

Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 16.00 WIB ini terasa istimewa dengan iringan musik gamelan bernuansa budaya Jawa yang kental, menambah kekhusyukan prosesi liturgi. Kehadiran Romo Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, RD Yohanes Kristianto, menjadi simbol pendampingan Gereja dalam menghadirkan Roh Kudus bagi para Krismawan dan Krismawati.

Para pemain gamelan. | Foto: Komsos PaRasKu

Setelah melalui masa pembinaan intensif selama kurang lebih lima bulan, para peserta dianggap layak dan siap secara batin. Prosesi diawali dengan pembaruan janji baptis, di mana umat kembali menyatakan kesetiaannya kepada Allah sebelum dahi mereka diurapi dengan Minyak Krisma yang suci.

Menjadi Sahabat Yesus yang “Menyala” di Tengah Kegelapan

Dalam homilinya, RD Yohanes Kristianto memberikan pesan kuat mengenai kedewasaan iman. Beliau menekankan bahwa menerima Sakramen Krisma berarti siap menjadi saksi Kristus yang aktif, bukan sekadar umat yang pasif.

“Seorang yang diurapi Roh Kudus tidak mudah terjerumus dalam kegelapan. Terutama tantangan zaman ini seperti judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang merusak diri. Tetaplah menyala di tengah redupnya dunia,” pesan RD Yohanes dengan tegas.

Penerimaan Sakramen Krisma. | Foto: Komsos PaRasKu

Beliau juga mengingatkan bahwa menjadi sahabat Yesus menuntut kesetiaan dalam berkomunikasi (doa) dan keberanian untuk bertindak benar di tengah masyarakat sebagai perwujudan kasih Allah.

Makna “Penjaga Gerbang Terakhir”

Tema “Penjaga Gerbang Terakhir” yang diusung dalam perayaan ini memiliki makna mendalam. Sebagai sakramen yang menyempurnakan inisiasi, Krisma melengkapi kekuatan Roh Kudus dalam diri seseorang untuk mempertahankan iman.

Para Krismawan-Krismawati. | Foto: Komsos PaRasKu

RP Rafael Sudibyo, SCJ, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Sakramen Krisma adalah momen penggenapan. “Ini adalah penyempurnaan hubungan dengan Gereja, di mana umat diperkaya dengan daya kekuatan Roh Kudus untuk mendewasakan iman mereka,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Pontianus Sudirman, Ketua DPP Paroki PaRasKu. Beliau memberikan ucapan selamat sekaligus tantangan baru bagi para penerima sakramen. “Selamat dan Proficiat. Kalian kini menjadi Laskar Kristus di tengah dunia. Dengan tanda Roh Kudus di dahi, semoga kalian lebih aktif dalam pelayanan di Gereja,” tuturnya.

Babak Baru Pelayanan

Perayaan syukur ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sederhana yang mempererat persaudaraan antarumat. Dengan diterimanya Sakramen Krisma ini, 115 “Penjaga Gerbang Terakhir” dari Tegal Sari kini siap diutus untuk mewartakan kabar gembira dan menjadi terang dalam keseharian mereka.

**Valent Nugroho Priyo P (Kontributor PaRasKu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.