Caritas Indonesia Gelar TOT Safeguarding untuk Perwakilan Keuskupan Regio Sumatra dan Kalimantan

Misa Pembuka Kegiatan TOT Safeguarding | Foto : Komsos KAPal

CARINA (Caritas Indonesia) menggelar kegiatan “Diseminasi Kebijakan dan Modul Pelatihan Safeguarding untuk Trainer” serta “Pelatihan Safeguarding untuk Trainer (Training of Trainers/TOT)” bagi Jaringan Caritas Indonesia Regio Sumatra dan Kalimantan. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 2–5 Juni 2026, di Wismalat Podomoro, Keuskupan Agung Palembang.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang merupakan perwakilan Caritas-PSE Keuskupan Regio Sumatra dan Regio Kalimantan.

Caritas Indonesia (KARINA-KWI) merupakan lembaga kemanusiaan resmi Gereja Katolik Indonesia yang didirikan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada 17 Mei 2006. Lembaga ini memiliki mandat dalam pelayanan kemanusiaan saat bencana, memperjuangkan pembangunan manusia seutuhnya (integral human development), menjalankan program pemberdayaan masyarakat, serta memberikan bantuan pembangunan dan kemanusiaan dalam situasi krisis.

Didukung oleh Caritas Asia dan CRS, Caritas Indonesia terus mengupayakan peningkatan standar safeguarding melalui Program Safeguarding 2024–2026. Program ini bertujuan memastikan hak dan martabat setiap individu dihormati, terutama mereka yang rentan, seperti anak-anak, perempuan, dan orang dewasa rentan.

Misa Pembuka Kegiatan TOT Safeguarding | Foto : Komsos KAPal

Kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi pada Senin (2/6) pukul 08.15 WIB yang dipimpin oleh Rm. Laurentius Rakidi. Dalam homilinya, Rm. Rakidi berharap sabda Tuhan menjadi kekuatan bagi seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya harap sabda Tuhan yang kita dengar bersama sedikit memberi peneguhan untuk kita dalam melaksanakan kegiatan ini. Sabda Tuhan tentang berusahalah berbuat baik supaya kamu didapatkan dalam keadaan tidak tercacat. Ini menjadi penyemangat bagi kita. Kita semua sedang berproses untuk menantikan langit dan bumi yang baru,” tutur Rm. Rakidi.

Rm. Laurentius Rakidi memberikan homili | Foto : Komsos KAPal

Rm. Rakidi yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) dan Direktur Yayasan Sosial Pansos Bodronoyo Palembang mengatakan bahwa dalam menyongsong langit dan bumi yang baru, setiap orang perlu terus berkembang menjadi lebih baik.

“Program yang dilaksanakan oleh CARINA merupakan salah satu upaya kita untuk membuat hidup kita semakin berkembang dan ketika didapatkan tidak bercacat,” ujarnya. Menurutnya, pelatihan safeguarding merupakan bagian dari upaya sebagai murid Kristus untuk dapat melayani dengan baik.

Peserta kegiatan TOT Safeguarding | Foto : Komsos KAPal

“Hari ini kita mengadakan kegiatan pelatihan. Saya kira ini juga merupakan bagian dari upaya kita sebagai murid Kristus supaya bisa melayani dengan baik,” kata Rm. Rakidi. Ia juga berharap melalui pertemuan tersebut para peserta dapat menemukan poin-poin penting dalam menciptakan suasana pelayanan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

“Apa yang kita bahas dalam pertemuan ini semoga menemukan poin-poin penting untuk menciptakan suasana dan atmosfer yang baik di mana pun berada. Suasana menjadi lebih baik, tidak ada korban, tidak ada orang-orang yang kita layani dilecehkan,” ungkapnya.

Dinamika peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan TOT Safeguarding | Foto : Komsos KAPal

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempertanggungjawabkan hidup di hadapan Allah dan sesama melalui pelayanan yang dijalankan. Para peserta diharapkan memperoleh semangat, pengetahuan, dan keterampilan baru sebagai bekal pelayanan di wilayah masing-masing.

“Semoga Tuhan memberkati pertemuan kita agar dapat berproses dengan baik. Melalui diri kita, orang bisa mendapatkan pelayanan dan membuat hidup kita dan orang-orang yang kita layani berkembang menjadi lebih baik,” tutupnya.

Usai Perayaan Ekaristi, para peserta melanjutkan kegiatan di Aula Gratia untuk berdinamika bersama sebelum mengikuti rangkaian pelatihan safeguarding.

***Kristina Yuyuani Daro

Leave a Reply

Your email address will not be published.