Renungan Harian Senin, 1 Juni 2026

PW St. Yustinus Martir
2Ptr. 1:2-7; Mzm. 91:1-2,14-15ab,15c-16; Mrk. 12:1-12; BcO Gal. 1:13-2:10

Penjaga yang Setia

Saudara-saudari terkasih, hari ini dalam bacaan Injil Yesus memberikan sebuah perumpamaan kepada murid-murid-Nya tentang penggarap kebun anggur yang serakah. Perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus ini mengingatkan kita kembali akan status diri kita di hadapan Bapa sebagai seorang penggarap yang telah diberikan kepercayaan penuh. Kisah yang diajarkan Yesus membuat kita semua menyadari untuk tidak bersikap sewenang-wenang terhadap kehidupan melainkan harus selalu bertanggung jawab penuh atas seluruh pemberian yang diberikan kepada kita.

Melalui bacaan dan peringatan wajib Santo Yustinus hari ini kita dapat menemukan tiga poin penting. Pertama menyadari status diri kita, para penggarap dalam Injil hari ini melupakan bahwa mereka hanyalah pekerja dan bukan pemilik kebun anggur tersebut. Allah selalu menginginkan kita untuk menepis keegoisan diri dan keserakahan dalam setiap tindakan kita sehari-hari. Lewat permenungan ini kita semakin mengetahui bahwa seluruh hidup, talenta, dan harta benda yang kita miliki saat ini adalah titipan dari Allah yang harus dijaga dengan baik.

Kedua memberikan buah terbaik, lewat kisah hari ini Yesus hendak kita selalu menghasilkan buah-buah kebaikan berupa waktu untuk berdoa dan kasih untuk sesama. Dengan memberikan hasil yang terbaik kepada Allah setidaknya kita dapat menjadi pribadi yang tahu berterima kasih atas seluruh kasih karunia yang telah Dia berikan secara cuma-cuma kepada kita. Dari memberikan buah ini kemudian kita diarahkan untuk selalu menyandarkan diri pada Allah sebagai pemilik mutlak atas kehidupan kita.

Poin yang ketiga adalah berani bersaksi. Dalam peringatan Santo Yustinus hari ini kita dapat menemukan teladan iman yang setia hingga akhir hayatnya. Tantangan zaman adalah alasan utama kita perlu untuk meneladani beliau, kadangkala kita tidak sadar telah menyederhanakan iman kita demi urusan duniawi, karena memang kita takut menghadapi tantangan ataupun penolakan dari lingkungan sekitar kita masing-masing.

Dari ketiga poin tersebut, marilah bersama-sama kita mengubah cara hidup kita seturut dengan apa yang Yesus kehendaki dan meneladani keteguhan iman dari Santo Yustinus. Semoga permenungan ini dapat semakin menguatkan iman kita. Ingatlah bahwa Allah adalah pemilik hidup,  dalam setiap tantangan iman yang kita alami, Dia selalu setia menguatkan dan memberi perlindungan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Heribertus Dino

Tingkat I

Leave a Reply

Your email address will not be published.