PW. St. Karolus Lwanga dan Kawan-kawan, Martir
2Tim. 1:1-3,6-12; Mzm. 123:1-2a,2bcd; Mrk. 12:18-27; BcO 2Sam. 3:1-21.
Berani Bersaksi

Saudara-saudari yang terkasih,hari ini Gereja memperingati Santo Karolus Lwanga dan teman-temannya, mereka adalah para martir yang setia pada ajaran Yesus. Dalam perjalana hidup mereka, mereka mengalami peneritaan dan kematian yang tidak pantas karena tetap setiap pada Yesus. Hari ini warna liturgi berwarna merah yang melambangakan keberanian dan semangat untuk terus berbuat baik dan juga mengingatkan kita akan keberanian iman dan kasih yang rela berkorban.
Dalam bacaan Injil, kaum sauduki mencoba menjebak Yesus tentang kebangkitan orang mati. Namun Yesus menegaskan bahwa Allah adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang mati. Bacaan-bacaan hari ini ingin menyampaikan kepada kita, bahwa kita sebagai manusia tidak hanya berhenti pada dunia ini saja tapi tetap lanjut pada keabadian di Surga. Dalam kehidupan kita sehari-hari banyak dari kita yang hanya mengejar kerajaan duniawi, seperti kekayaan, popularitas, dan kenyamanan hidup dari hal ini seolah-olah dunia adalah tujuan akhir. Dari hal ini akibatnya orang mudah lupa akan kehidupan rohani bahkan lupa untuk berbuat kasih kepada sesama. Maka bapak ibu saudara-saudari yang terkasih marilah kita membanggun kesadaran kita akan dunia yang hanya sementara ini.
Saudara-saudari terkasih, teladan Santo Karolus Lwanga juga mengajarkan keberanian menjaga iman dan kemurnian hidup. Sebagai umat zaman sekarang, tantangan kita mungkin bukan penganiayaan fisik, tetapi godaan gaya hidup yang menjauhkan diri dari Tuhan: kebencian di media sosial, pergaulan yang tidak sehat, ketidakjujuran, kemalasan berdoa, dan sikap egois.
Menjadi murid Kristus berarti berani memilih yang benar walaupun tidak selalu mudah. Yesus mengajak kita untuk hidup dengan orientasi kekal, yaitu hidup yang dekat dengan Allah dan membawa keselamatan bagi sesama. Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk tetap hidup benar, jujur, dan mengasihi, meskipun lingkungan sekitar sering mengajarkan hal yang berbeda. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Firgilius Firmus Klau
Tingkat I
