2Tim. 4:1-8; Mzm. 71:8-9,14-15ab,16-17,22; Mrk. 12:38-44.
BcO 2Sam. 11:1-27.
Hati yang Tulus

Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan pertama hari ini Rasul Paulus memberikan pesan kepada Timotius agar tetap setia mewartakan firman Tuhan dalam segala keadaan. Paulus tahu bahwa hidupnya sudah mendekati akhir, tetapi ia tetap percaya dan bersyukur karena telah berjuang mempertahankan iman. Ia menunjukkan bahwa hidup sebagai pengikut Kristus membutuhkan kesabaran, keberanian, dan ketekunan. Dari bacaan ini, kita diajak untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan hidup atau tantangan dalam iman.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita merasa lelah karena masalah keluarga, pekerjaan, pendidikan, ataupun tekanan dari lingkungan sekitar. Kadang orang mulai kehilangan semangat berdoa dan merasa Tuhan jauh dari hidupnya. Namun, melalui teladan Paulus, kita belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan harus tetap dijaga walaupun keadaan tidak selalu baik. Tuhan melihat setiap perjuangan dan pengorbanan umat yang tetap bertahan dalam iman.
Sementara itu, dalam Injil dikisahkan Yesus menegur para ahli Taurat yang suka mencari pujian dan penghormatan dari orang lain. Mereka tampak saleh di luar, tetapi tidak memiliki hati yang tulus. Sebaliknya, Yesus memuji seorang janda miskin yang memberikan dua keping uang kecil ke dalam peti persembahan. Walaupun jumlahnya sedikit, pemberian itu sangat berarti karena ia memberi dengan penuh ketulusan dan dari kekurangannya. Dari sini kita belajar bahwa Tuhan tidak melihat besar kecilnya pemberian, tetapi hati yang tulus dan penuh kasih.
Saudara-saudari terkasih, kedua bacaan ini mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki umat-Nya yang setia dan rendah hati. Kesetiaan Paulus dan ketulusan janda miskin menjadi contoh bagi kehidupan kita saat ini. Kita dipanggil untuk tetap percaya kepada Tuhan, berbuat baik tanpa mencari pujian, serta membantu sesama dengan hati yang tulus. Hal-hal kecil seperti berdoa, berbagi kepada yang membutuhkan, dan hidup jujur mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat berharga di hadapan Tuhan apabila dilakukan dengan kasih dan iman. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Eston Bidho
Tingkat I
