
Palembang – Bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Paroki Santo Yoseph Palembang menggelar Perayaan Ekaristi yang dirangkai dengan penerimaan Komuni Pertama bagi 95 anak. Perayaan yang dilaksanakan Minggu (7/6/2026) pagi ini dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yoseph, Romo Hyginus Gono Pratowo didampingi Romo Stefanus Surawan.
Dalam homilinya Romo Gono menegaskan bahwa Sakramen Ekaristi adalah Tubuh dan Darah Kristus sendiri yang Maha Kudus. “Tubuh Yesus sendiri yang nanti akan anda terima akan mengalir dalam diri anda dan dalam darah Yesus merasuki diri anda. Maka dalam menerima Komuni Kudus, anda disiapkan dengan baik, menghayati, hadir dalam Ekaristi dengan baik”, ungkapnya.

Lebih lanjut Dekan Dekanat Palembang ini juga mengingatkan pentingnya menghayati dan menghormat Ekaristi. “Ketika mengikuti Ekaristi, anda tidak boleh terlambat, karena Yesus sendiri yang merayakan perjamuan dan mengundang anda, maka dalam penghayatan Ekaristi, kita harus memberikan penghormatan yang total dan tidak ada tawar-menawar.”
Ia berharap agar anak-anak yang akan menerima Komuni Pertama sungguh menghayati imannya dengan baik. “Orang yang sudah menerima Komuni Kudus juga harus mau melayani altar, bagi anak-anak setelah menerima Komuni Kudus, anda wajib untuk menjadi pelayan altar, putera-puteri altar atau misdinar,” tegasnya.

Mewakili Seksi Persiapan Komuni Pertama, Victorianus Supriyantoro menjelaskan bahwa para penerima Komuni Pertama telah mengikuti persiapan bersama yang diawali dengan orang tua tanggal 11 Januari 2026 dan kegiatan belajar mulai 18 Januari hingga 31 Mei 2026. Selama masa pembinaan mereka mengikuti berbagai kegiatan mulai dari materi, ujian, praktek doa dan pengakuan dosa, hingga rekoleksi dan penerimaan Sakramen Tobat.
Ia berharap agar anak-anak semakin tumbuh dalam iman dan semakin menghayati Ekaristi serta meneladani kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga, lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat pada umumnya. “Semoga anak-anak mulai mau terlibat dalam pelayanan di Gereja, seperti ikut menjadi anaggota Misdinar, kelompok Koor Remaja dan kegiatan Remaka di paroki,” ungkapnya.

Setelah momen ini menurutnya peran orang tua sangat penting untuk mendampingi anak-anak dalam proses bina lanjut (Mistagogi). “Orang tua punya peran penting supaya iman anak tidak terhenti pada penerimaan komuni pertama yang diterimanya, tapi terus berlanjut agar semakin dewasa dalam iman dan penghayatan,” terangnya.
Rangkaian momen syukur ini ditutup dengan perayaan bersama di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang. Acara diisi dengan pentas seni yang diisi oleh perwakilan kelas A sampai D di tambah Stasi St. Hilarius, penampilan Misdinar, serta para pengajar dan pendamping.
***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)
