Renungan Harian Selasa, 16 Juni 2026

1Raj. 21:17-29; Mzm. 51:3-4,5-6ab,11,16; Mat. 5:43-48; BcO 2Sam. 18:19-33.

Mengasihi yang Sulit Dikasihi

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini Yesus berkata, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Sabda ini terdengar indah, tetapi sering kali sulit dilakukan. Mengasihi orang yang baik kepada kita memang mudah, tetapi mengasihi orang yang menyakiti, mengecewakan, atau membuat kita marah membutuhkan hati yang besar. Namun justru di situlah Yesus mengajak kita untuk bertumbuh dalam kasih.

Yesus menghendaki agar kasih kita tidak terbatas hanya kepada orang-orang yang kita sukai. Bapa di surga memberikan matahari dan hujan kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Karena itu, sebagai murid Kristus, kita pun dipanggil untuk memiliki hati yang terbuka dan mampu melihat setiap orang sebagai sesama yang dikasihi Allah.

Dalam bacaan pertama, Nabi Elia menegur Raja Ahab atas ketidakadilannya terhadap Nabot. Dari sini kita belajar bahwa mengasihi bukan berarti membiarkan kesalahan atau kejahatan terjadi. Kasih sejati tetap berani mengatakan yang benar, tetapi tanpa kebencian. Kita diajak untuk memperjuangkan kebenaran dengan hati yang penuh damai, bukan dengan keinginan untuk membalas atau menghancurkan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti berjumpa dengan orang-orang yang berbeda pandangan atau sulit untuk dikasihi. Karena itu, Yesus mengajak kita memulai dari langkah sederhana: mendoakan mereka, menahan diri dari kata-kata yang melukai, berani meminta maaf, dan belajar mengampuni. Dengan demikian, hati kita perlahan-lahan dibentuk menjadi semakin serupa dengan hati Kristus yang penuh kasih dan belas kasih bagi semua orang.

Fr. Frendi Pascalis-Tingkat VI

Leave a Reply

Your email address will not be published.