Renungan Harian Rabu, 17 Juni 2026

2Raj. 2:1,6-14; Mzm. 31:20,21,24; Mat. 6:1-6,16-18; BcO 2Sam. 19:1-23.

Bertumbuh dalam Kerendahan Hati dan Ketulusan

Saudara-saudari terkasih, bacaan pertama hari ini mengisahkan kesetiaan Elisa kepada gurunya, Nabi Elia. Meskipun perjalanan yang ditempuh tidak mudah, Elisa tetap setia mendampingi Elia sampai saat terakhir sebelum ia diangkat ke surga. Kesetiaan itu akhirnya membuahkan berkat, karena Elisa menerima roh dan semangat Elia untuk melanjutkan karya pelayanan Tuhan. Kisah ini mengajarkan bahwa panggilan dan pelayanan membutuhkan kesetiaan, ketekunan, dan kesediaan untuk terus belajar.

Dalam Injil, Yesus mengingatkan para murid agar tidak melakukan kebaikan hanya untuk dilihat dan dipuji orang lain. Sedekah, doa, dan puasa hendaknya dilakukan dengan tulus, karena yang terutama bagi Tuhan adalah hati yang jujur dan murni. Hidup rohani yang sejati tidak dibangun atas pencitraan, melainkan atas relasi yang tulus dengan Allah.

Pesan ini sangat relevan bagi kehidupan kita. Dalam tugas, pekerjaan, maupun pelayanan, terkadang kita berharap dihargai atas apa yang telah kita lakukan. Hal itu wajar, tetapi Sabda Tuhan mengajak kita untuk selalu memeriksa niat hati kita. Apakah kita melayani karena cinta kepada Tuhan dan sesama, atau karena ingin mendapatkan pengakuan dan pujian dari orang lain?

Karena itu, marilah kita terus bertumbuh dalam kerendahan hati dan ketulusan. Jangan biarkan penilaian atau komentar orang lain melemahkan semangat kita untuk berbuat baik. Kebaikan yang dilakukan dengan hati yang tulus mungkin tidak selalu terlihat oleh manusia, tetapi selalu berharga di hadapan Allah. Semoga kita tetap setia dalam setiap panggilan dan pelayanan yang dipercayakan kepada kita.

Fr. Petrus Bagul

Tingkat IV

Leave a Reply

Your email address will not be published.