Renungan Harian Kamis, 18 Juni 2026

Sir. 48:1-14; Mzm. 97:1-2,3-4,5-6,7; Mat. 6:7-15; BcO 2Sam. 19:24-43.

Doa yang Sampai ke Surga

Saudara-saudari terkasih, sabda Tuhan hari ini mengajak kita merenungkan makna doa yang sejati. Yesus mengingatkan agar kita tidak berdoa hanya dengan banyak kata, seolah-olah Allah baru mendengarkan jika kita berbicara panjang lebar. Allah adalah Bapa yang sudah mengetahui kebutuhan kita sebelum kita memintanya. Karena itu, doa pertama-tama adalah perjumpaan yang penuh kepercayaan antara anak dan Bapa yang mengasihi. Melalui doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan cara berdoa yang sederhana, tetapi mendalam, yang membantu kita semakin dekat dengan Allah.

Dalam doa tersebut, kita diajak untuk menyerahkan hidup kepada kehendak Tuhan, percaya pada pemeliharaan-Nya, dan memohon kekuatan untuk hidup dalam kasih. Salah satu bagian terpenting dari doa itu adalah ajakan untuk mengampuni sesama. Kita tidak dapat memohon pengampunan dari Allah jika kita sendiri menolak mengampuni orang lain. Bacaan pertama tentang Nabi Elia juga menunjukkan bahwa kedekatan dengan Tuhan lahir dari kesetiaan dan kepercayaan yang terus dipelihara dalam hidup sehari-hari.

Karena itu, marilah kita memeriksa kembali kehidupan doa kita. Apakah kita sungguh hadir di hadapan Tuhan dengan hati yang terbuka, ataukah doa kita hanya menjadi kebiasaan tanpa makna? Tuhan tidak mencari kata-kata yang indah, melainkan hati yang tulus. Semoga kita semakin tekun membangun relasi dengan Allah melalui doa dan mewujudkan kasih-Nya dalam sikap pengampunan, kesabaran, dan kerendahan hati kepada sesama. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Pius Gusnius-Tingkat IV

Leave a Reply

Your email address will not be published.