Hos. 2:13,14b,15-16,18-20; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 9:18-26
Ia Memanggil dan Memulihkan

Saudara-saudari yterkasih, dalam bacaan pertama hari ini Tuhan menunjukkan kasih-Nya yang tidak pernah habis. Meskipun umat sering meninggalkan-Nya, Tuhan tidak membalas dengan kebencian. Sebaliknya, Ia mengajak umat kembali, berbicara dengan lembut, dan memperbarui hubungan mereka. Kasih Tuhan tidak bergantung pada kesempurnaan manusia, tetapi pada kesetiaan-Nya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering menjauh dari Tuhan karena kesibukan, godaan, atau masalah hidup. Namun, Tuhan tetap menunggu kita untuk kembali. Ia tidak menolak orang yang bertobat, melainkan selalu membuka jalan baru bagi siapa pun yang mau datang kepada-Nya.
Sementara dalam Injil Matius kita menemukan dua orang yang datang kepada Yesus dengan iman yang besar: seorang ayah yang memohon agar anaknya dibangkitkan dan seorang perempuan yang telah lama menderita sakit. Keduanya percaya bahwa Yesus sanggup menolong mereka. Iman mereka tidak sia-sia karena Yesus memulihkan kehidupan mereka. Kisah ini mengajarkan bahwa dalam keadaan sesulit apa pun, kita tidak boleh kehilangan harapan. Ketika menghadapi sakit, kesulitan ekonomi, masalah keluarga, atau pergumulan lainnya, Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan. Ia selalu mendengar doa dan bekerja pada waktu yang terbaik menurut kehendak-Nya.
Saudara-saudari terkasih, melalui kedua bacaan ini, Tuhan mengajak kita untuk tetap setia kepada-Nya dan memiliki iman yang teguh. Kasih Tuhan selalu lebih besar daripada kelemahan kita, dan kuasa-Nya sanggup memulihkan hidup yang terluka. Karena itu, marilah kita membangun kebiasaan berdoa, mengikuti Ekaristi dengan setia, mengampuni sesama, serta tetap berharap kepada Tuhan di tengah berbagai persoalan hidup. Dengan demikian, kita tidak hanya mengalami kasih dan pertolongan Tuhan, tetapi juga menjadi tanda harapan dan kasih bagi orang-orang di sekitar kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Norbertus Prestus Bidho
