Pojok Seksi Konsumsi KYD 2026: Ketulusan Ibu-Ibu di Balik Hidangan untuk Orang Muda

Ibu-ibu sedang memasak lauk. | Foto: Komsos KAPal

Tegal Arum – Di balik semarak Keuskupan Agung Palembang Youth Day (KYD) 2026 di Tegal Arum, terdapat sekitar 50 ibu-ibu yang setiap hari mengabdikan waktu dan tenaga untuk menyiapkan konsumsi bagi seluruh peserta. Mereka menjadi sosok-sosok yang bekerja di balik layar agar setiap peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

Menariknya, sekitar 50 ibu-ibu yang bertugas setiap hari bukanlah orang yang sama. Mereka datang secara bergantian sebagai utusan dari berbagai lingkungan di Paroki Santo Petrus dan Paulus Baturaja. Semangat gotong royong ini menjadi wujud keterlibatan seluruh umat paroki dalam mendukung terselenggaranya KYD 2026.

Sejak pukul 05.00 pagi hingga sekitar pukul 18.00 sore, dapur umum dipenuhi aktivitas. Ada yang membersihkan bahan makanan, memotong sayuran, meracik bumbu, memasak, hingga mengemas makanan. Suasana kerja terasa hangat karena di sela-sela kesibukan mereka saling bercerita, tertawa, dan menyemangati satu sama lain.

Dian Prilianti (tengah) sedang mengupas kentang bersama ibu-ibu yang lain. | Foto: Komsos KAPal

Koordinator Seksi Konsumsi KYD 2026, Dian Prilianti, berharap seluruh orang muda Katolik (OMK) dapat semakin menghargai setiap makanan yang telah disiapkan.

“Harapan kami, OMK dapat lebih memahami dan menghargai setiap makanan yang disediakan. Apa pun yang telah disiapkan oleh tim konsumsi hendaknya diterima dengan baik. Dengan begitu, kita belajar menghargai pangan sekaligus menghargai jerih payah semua orang yang telah bekerja mempersiapkannya,” ujarnya.

Menurut Dian, setiap hidangan yang tersaji merupakan hasil kerja keras banyak orang.

“Luar biasanya, hampir setiap hari sekitar 50 ibu-ibu bekerja untuk menyiapkan makanan bagi seluruh peserta. Karena itu, kami berharap OMK tidak hanya memperoleh ilmu dari seluruh rangkaian kegiatan, tetapi juga belajar menghargai orang-orang yang melayani di balik layar selama acara berlangsung,” katanya.

Ia menambahkan bahwa seluruh tim konsumsi melayani dengan penuh sukacita karena melihat para peserta sebagai generasi penerus Gereja.

“Kami sangat senang mendukung kegiatan seperti ini. Walaupun lelah karena harus mulai bekerja sejak sekitar pukul 04.30 pagi hingga malam hari, semua dijalani dengan tulus dan penuh sukacita demi anak-anak muda dan demi masa depan Gereja,” ungkapnya.

Ibu-ibu sedang memotong sayuran. | Foto: Komsos KAPal

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama kegiatan, bahan-bahan kering diperoleh dari para donatur, sedangkan lauk-pauk dan sayuran dipasok dari para penyedia bahan pangan di wilayah sekitar Baturaja. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan penyelenggaraan KYD 2026.

Pelayanan para ibu dari berbagai lingkungan di Paroki Santo Petrus dan Paulus Baturaja menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah kegiatan besar tidak hanya ditentukan oleh mereka yang tampil di depan, tetapi juga oleh mereka yang dengan setia melayani di balik layar. Ketulusan, semangat gotong royong, dan kasih yang mereka hadirkan menjadi santapan rohani tersendiri bagi seluruh peserta, sekaligus mencerminkan wajah Gereja yang hidup dalam semangat melayani.

***BAY

Leave a Reply

Your email address will not be published.