
Suasana hening namun sarat semangat mewarnai rangkaian KAPal Youth Day (KYD) 2026 pada hari kedua, Rabu (8/7/2026) malam. Memasuki Sesi III yang berlangsung pukul 19.30–21.00 WIB, seluruh peserta mengikuti kegiatan bertema “Devosional” yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna (GSG), Gereja Stasi, dan halaman Pastoran Stasi Keluarga Kudus Tegal Arum. Sesi ini menjadi momentum pembinaan rohani yang mengajak Orang Muda Katolik semakin mengenal berbagai bentuk devosi dalam Gereja sekaligus mengalami kasih Allah melalui Sakramen Tobat.
Materi devosional disampaikan secara paralel oleh tiga narasumber dengan bahan yang sama, yakni Romo Aloysius Albertri Danier di halaman Pastoran, Romo Petrus Sukino di Gedung Serbaguna (GSG), serta Frater Fransiskus Asisi di Gereja Stasi. Pembagian lokasi ini dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti pembinaan secara lebih efektif dan mendalam.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa devosi merupakan ungkapan kasih dan penghormatan umat kepada Allah yang diwujudkan melalui penghormatan kepada Bunda Maria maupun para kudus. Devosi bukanlah tujuan akhir kehidupan beriman, melainkan sarana yang menuntun umat semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Kristus.
Para peserta juga diajak memahami bahwa devosi tidak boleh berhenti pada praktik-praktik lahiriah semata. Melalui teladan hidup Bunda Maria dan para kudus, Orang Muda Katolik diajak belajar tentang kesetiaan, kerendahan hati, keberanian, dan ketaatan kepada kehendak Allah, sehingga mampu menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah penyampaian materi, sesi dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar praktik devosi, penghormatan kepada Bunda Maria dan para kudus, serta bagaimana menghidupi semangat doa di tengah tantangan yang dihadapi kaum muda saat ini. Diskusi berlangsung hangat dan memperkaya pemahaman peserta mengenai kehidupan rohani Gereja Katolik.
Usai menerima materi, seluruh peserta KYD 2026 yang berada di GSG diajak memasuki suasana hening melalui adorasi Sakramen Mahakudus. Dalam doa dan penyembahan di hadapan Yesus yang hadir dalam Ekaristi, para peserta diajak merenungkan kembali panggilan mereka sebagai murid Kristus sekaligus menyerahkan seluruh pergumulan hidup kepada Tuhan.

Puncak kegiatan devosional diwujudkan dalam Perayaan Sakramen Tobat. Sejumlah imam telah bersiap di berbagai sudut halaman Pastoran untuk melayani pengakuan dosa para peserta. Dalam suasana malam yang tenang, setiap peserta diajak melakukan pemeriksaan batin dan mengalami secara pribadi kasih serta kerahiman Allah melalui Sakramen Rekonsiliasi. Setelah menerima absolusi, mereka melaksanakan penitensi di beberapa tempat yang telah disediakan sebagai ungkapan syukur sekaligus wujud pertobatan yang nyata.
Melalui rangkaian adorasi dan Sakramen Tobat tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang makna devosi dalam Gereja Katolik, tetapi juga mengalami secara nyata belas kasih Allah. Pengalaman rohani ini diharapkan menjadi bekal bagi Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Palembang untuk terus bertumbuh dalam kehidupan doa, semakin dekat dengan Kristus, serta semakin teguh menghidupi panggilan sebagai murid yang siap menjadi terang bagi dunia.
***Ignatius Indar Prastawa
