
Sukacita menyelimuti sekitar 900 umat Paroki Santa Maria Asumpta Mojosari saat merayakan ulang tahun paroki ke-56, Minggu (16/8), pukul 08.00 WIB. Perayaan berlangsung meriah dengan diawali pertunjukan marching band dari siswa-siswi SD dan SMP Charitas 2 di halaman gereja, kemudian dilanjutkan dengan perarakan para imam menuju altar.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Yohanes Kristianto, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, didampingi Rm. Mateus Nico Djumari Jokolelono, Pastor Paroki Santa Maria Asumpta Mojosari, Rm. Herman Djoka, Rm. Petrus Sukino, dan Rm. Titus Jatra Kelana.

Dalam homilinya, Rm. Kristianto mengajak umat memaknai usia ke-56 bukan sekadar sebagai perayaan bertambahnya usia paroki, tetapi sebagai momentum untuk mengenang perjalanan iman yang telah dilalui sekaligus menemukan arah perjalanan ke depan. Selama 56 tahun, Paroki Santa Maria Asumpta Mojosari telah bertumbuh melalui keterlibatan para imam, biarawan-biarawati, tokoh umat, serta seluruh umat yang dengan setia mengambil bagian dalam kehidupan paroki.
“Mau dikatakan, ini adalah perjalanan kesetiaan dari banyak orang. Banyak pribadi yang berusaha untuk menjadikan paroki ini tetap bertumbuh dan berkembang,” ungkap Rm. Kristianto.

Menurutnya, pengalaman suka dan duka yang telah dilalui selama perjalanan paroki menjadi bagian penting yang perlu disyukuri. Namun, perayaan ulang tahun tidak berhenti pada kenangan masa lalu. Umat diajak untuk menjadikannya sebagai kesempatan melihat kembali arah dan panggilan paroki di masa mendatang.
“Perayaan hari ini bukan untuk bernostalgia melihat masa lalu tetapi juga kita ingin menemukan kompas, panduan untuk perjalanan ke depan,” tegasnya.

Dalam perjalanan tersebut, umat diajak meneladan Bunda Maria dengan terus setia pada panggilan dan mengambil bagian secara nyata dalam kehidupan Gereja. Devosi kepada Bunda Maria pun diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui kepedulian dan keterlibatan dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Devosi harus diterjemahkan secara konkret. Menjawab masalah-masalah sosial yang ada di tempat kita ini,” ujarnya.
Memasuki usia ke-56, Paroki Santa Maria Asumpta Mojosari diharapkan semakin menjadi ruang bagi umat untuk bertumbuh dalam iman sekaligus menghadirkan kasih Tuhan bagi sesama.

“Mari kita jadikan paroki ini juga menjadi sarana bagi seluruh umat untuk dibawa, dihantar menuju kemuliaan surga,” ajak Rm. Kristianto.
Perayaan ulang tahun ke-56 pun menjadi momentum bagi umat untuk meneguhkan kembali iman, menghargai perjalanan panjang yang telah dilalui, serta bersama-sama melanjutkan perjalanan paroki menuju masa depan dengan penuh harapan dan penyertaan Tuhan.

Usai Perayaan Ekaristi, kemeriahan berlanjut dalam acara ramah tamah. Teriknya matahari tidak menyurutkan semangat umat untuk memeriahkan hari istimewa tersebut. Berbagai atraksi tari ditampilkan oleh umat dari 11 stasi yang berada di wilayah Paroki Santa Maria Asumpta Mojosari.
Di sela-sela pertunjukan, panitia juga membagikan hadiah kepada para pemenang lomba yang telah digelar dalam rangka menyongsong ulang tahun paroki, yakni lomba gaple, futsal, dan menghias altar. Seluruh rangkaian perayaan kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan seluruh umat.
***Kristina Yuyuani Daro
