Ef. 2:12-22; Mzm. 85:9ab-10.11-12.13-14; Luk. 12:35-38; BcO Sir 29:1-13; 31:1-4.
Selalu Ingat Allah dalam Perjalanan

Saudara-saudari yang terkasih, ketika saya mengajar di sekolah, ada kalanya saya masuk ke kelas dan melihat beberapa siswa masih sibuk dengan urusannya sendiri. Ada yang masih mengobrol, ada yang bermain HP, bahkan ada yang belum menyiapkan buku pelajaran. Ketika guru sudah masuk, barulah mereka mulai menyiapkan segala sesuatu untuk belajar. Dari pengalaman itu saya melihat bahwa, sering kali kita baru mempersiapkan diri ketika sesuatu sudah terjadi. Padahal ketika kita siap sebelum sesuatu itu datang semuanya akan berjalan lebih baik.
Hal yang sama juga dapat terjadi dalam kehidupan kita. Kita sering kali baru datang kepada Tuhan ketika kita sedang mengalami masalah. Ketika sakit, kita berdoa. Ketika kita kesulitan, kita mencari Tuhan. Tetapi ketika semuanya berjalan dengan baik, kita terkadang lupa untuk bersyukur dan membangun relasi dengan-Nya. Injil hari ini mengingatkan kita supaya tidak hidup seperti itu. Yesus meminta para murid untuk tetap berjaga-jaga dan siap sedia, seperti seorang hamba yang menunggu tuannya pulang. Hamba itu tidak tahu kapan tuannya datang, tetapi ia tetap setia menunggu.
Saudara-saudari yang terkasih, berjaga-jaga bukan berarti kita harus terus merasa takut bahwa Tuhan akan datang. Berjaga-jaga berarti kita menjalani hidup dengan baik karena kita sadar bahwa Tuhan selalu hadir dalam kehidupan kita. Tuhan dapat hadir melalui orang yang kita jumpai, tugas yang kita jalankan, bahkan melalui kesempatan sederhana untuk berbuat baik. Karena itu, kehidupan sehari-hari sebenarnya menjadi tempat bagi kita untuk mempersiapkan diri menyambut Tuhan. Kita tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai melakukan kebaikan.
Marilah kita bertanya dalam hati: apakah selama ini saya sudah sungguh-sungguh siap menyambut kehadiran Tuhan? Jangan sampai kita baru mencari Tuhan ketika membutuhkan sesuatu dari-Nya. Mari kita mulai dari hal-hal kecil: berdoa dengan sungguh-sungguh, menjalankan tanggung jawab, menghargai sesama, mau mengampuni, dan melakukan kebaikan dengan tulus. Semoga ketika Tuhan datang, Ia menemukan kita sedang setia menjalankan apa yang dipercayakan-Nya kepada kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Yosepin Manurung
Tingkat 2
