PALEMBANG — Kepolisian Sektor (Polsek) Ilir Timur 1 Palembang menggelar kegiatan edukasi dan literasi digital bagi umat Gereja St. Yoseph Palembang pada Minggu (18/10/2026) pagi. Langkah ini dilakukan guna membentengi masyarakat dari ancaman kejahatan siber yang semakin marak, seperti penipuan daring (scamming), berita bohong (hoax), hingga pembobolan rekening (phishing). Selain dihadiri ratusan umat, sosialisasi ini juga diikuti Pastor Paroki St. Yoseph Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan, Leonardus Sutrisno, Romo Petrus Sukino, pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), dan perwakilan kelompok devosi Dekanat Palembang.

Dalam sambutannya, Romo Gono menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian jajaran kepolisian. Ia menilai pesatnya peredaran informasi palsu saat ini sudah sangat meresahkan dan berpotensi memecah belah keharmonisan.
“Saat ini banyak keluarga yang mengalami kerugian material hingga beban mental akibat manipulasi informasi di media sosial, baik di Facebook, Instagram, TikTok, maupun WhatsApp. Kita perlu cermat dan waspada bersama agar tidak terjebak perangkap di dunia maya,” ujar Romo Gono.
Kapolsek Ilir Timur I Palembang, Fitri Dewi Utami, yang hadir membawakan materi secara langsung, mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi setiap informasi sebelum dipercaya atau dibagikan. Ia menekankan bahwa teknologi seperti kecerdasan buatan (AI-generated content) kini sering disalahgunakan untuk membuat konten rekayasa yang sangat halus dan menyesatkan.

Fitri secara khusus mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka. Orang tua diharapkan membimbing anak-anak agar tidak sembarangan mengklik tautan (link) asing atau mencurigakan yang berisiko memicu kejahatan phishing hingga membobol saldo tabungan bank. Selain itu, menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya juga memiliki konsekuensi hukum.
“Slogan yang harus selalu kita ingat adalah saringdan sharing. Saring dengan teliti setiap berita yang kita dapatkan, pastikan kebenarannya secara faktual sebelum dipublikasikan ke orang lain,” imbau Fitri.

Melalui sosialisasi interaktif ini, pihak kepolisian dan pengurus Paroki St. Yoseph Palembang berharap umat Katolik dapat menjadi pengguna internet (warganet) yang lebih kritis, bijak, serta terhindar dari berbagai modus kejahatan di era digital.
***Andreas Daris Awalistyo (Kontributor Palembang)
