PF St. Antonius Maria Claret
Ef. 4:7-16; Mzm. 122:1-2.3-4a.4b-5; Luk. 13:1-9; BcO Sir 51:1-12
Selagi Masih Diberi Waktu

Saudara-saudari Sahabat yang terkasih, Injil hari ini berbicara tentang pertobatan. Ada orang yang datang kepada Yesus dan menceritakan tentang beberapa orang yang mengalami musibah. Mereka berpikir, mungkin orang-orang itu mengalami musibah karena dosanya banyak. Tetapi Yesus mengingatkan mereka dengan berkata jangan cepat menilai orang lain. Ketika melihat orang lain mengalami kesusahan, jangan langsung berkata, “Itu karena dosanya.” Sebaliknya, kita diajak melihat diri kita sendiri. Kita juga perlu bertanya dengan “Bagaimana hidup saya selama ini? Apakah saya sudah menjadi orang yang baik?”
Yesus kemudian menceritakan tentang pohon ara yang tidak menghasilkan buah. Pohon itu sudah lama tumbuh, tetapi tidak juga berbuah. Pemiliknya ingin menebangnya. Tetapi penjaga kebun berkata, “Biarkanlah dia tumbuh satu tahun lagi.” Apa artinya bagi kita saat ini?Artinya, Tuhan itu sabar kepada kita. Kita mungkin sering berbuat salah. Kita mungkin pernah marah, berkata kasar, menyakiti hati orang lain, atau sulit mengampuni. Tetapi Tuhan tidak langsung meninggalkan kita. Tuhan masih memberi kita kesempatan. Selama kita masih hidup, berarti Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita untuk berubah.
Saudara-saudari yang terkasih, mungkin usia kita sudah tua, namun bukan berarti kita tidak bisa berbuat baik lagi. Kita masih bisa tersenyum kepada orang lain. Kita masih bisa membantu keluarga. Kita masih bisa mengampuni. Kita masih bisa berdoa. Kita masih bisa menyapa tetangga dan memberikan semangat kepada orang yang sedang susah. Itulah buah kehidupan kita.
Kadang-kadang kita merasa, “Saya sudah begini dari dulu. Sulit untuk berubah.” Tetapi Tuhan tidak meminta kita berubah sekaligus menjadi sempurna. Tuhan hanya meminta kita mulai sedikit demi sedikit. Kalau hari ini kita masih suka marah, mari belajar lebih sabar. Kalau masih sulit mengampuni, mari kita coba mengampuni. Kalau ada orang yang kita sakiti, mari kita berani meminta maaf. Jangan menunggu besok untuk berbuat baik. Kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita adalah hari ini.
Saudara-saudari yang terkasih, mari kita bersyukur karena Tuhan masih memberi kita waktu. Semoga hidup kita menjadi seperti pohon yang menghasilkan buah yaitu buah kasih, kesabaran, pengampunan, dan kebaikan. Semoga ketika Tuhan melihat kehidupan kita, Tuhan menemukan banyak buah yang baik. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Delho Panca Firdaus Sinaga
Tingkat 3
