Flp. 2:5-11; Mzm. 22:26b-27.28-30a.31-32; Luk. 14:15-24
Terbuka Terhadap Undangan Tuhan

Saudara-saudari yang terkasih, bacaan pertama hari ini menyatakan kerendahan hati Allah yang berkenan menjelma menjadi manusia demi menyelamatkan umat-Nya dari segala dosa. Seringkali kita lebih mementingkan ego, kita tidak mau memberi diri kita kepada orang lain. Baik itu dalam bentuk rasa peduli terhadap orang kecil, mau membantu orang lain, rasa simpati terhadap sesama yang membutuhkan kita. Artinya kita sering mementingkan diri sendiri.
Dalam Injil Lukas dikisahkan tentang tuan pesta yang mengundang banyak tamu untuk hadir ke rumahnya. Namun yang terjadi orang yang diundang ke pesta tidak datang karena beragam alasan, mulai dari baru beli ladang, baru kawin, hingga baru beli lembu,. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengabaikan undangan Tuhan. Misalnya kita tidak menanggapi undangan Tuhan dalam merayakan Ekaristi. Kita mengabaikannya dengan bermacam-macam alasan.
Kedua bacaan suci hari ini menyadarkan kita, untuk mau merelakan segala kepentingan pribadi kita, egoisme serta ketidakpedulian. Bayangkan Yesus tidak memperdulikan nyawa-Nya untuk menebus dosa umat manusia. Apakah kita bisa mengorbankan sedikit waktu untuk menanggapi undangan Tuhan. Karena undangan Tuhan ini hanya untuk keselamatan kita. Bukan untuk Tuhan.
Saudara-saudari terkasih, mari kita bangun sikap peduli dan peka akan penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita masing-masing lewat perbuatan, perkataan serta tindakan. Kita hadir dalam undangan-Nya, artinya kita mau rendah hati menghaturkan tanda syukur atas karya Tuhan dalam hidup kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Hubertus Goba
Tingkat 1
