Ukraina dan Rusia telah membuat kemajuan pada pembicaraan tentang ekspor biji-bijian di Istanbul yang juga melibatkan perwakilan dari PBB dan Turki.
Rabu (13/7), delegasi dari Ukraina, Rusia, dan Turki bertemu dengan perwakilan PBB di Kota Istanbul, Turki, untuk mencari cara mengekspor gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina ke pasar dunia.
Kemudian dilaporkan bahwa kemajuan substantif telah dibuat.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga pangan global melonjak memicu kekuatiran tentang kekurangan pangan akibat konflik di Ukraina.
Berbicara di New York, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memuji apa yang disebutnya ‘kemajuan substantif’ di Istanbul yang menggambarkannya sebagai langkah maju yang kritis dalam memastikan ekspor produk makanan Ukraina yang aman dan terjamin melalui Laut Hitam.
Guterres mengatakan berita itu adalah secercah harapan untuk meringankan penderitaan manusia dan mengurangi kelaparan di seluruh dunia dan membawa ukuran stabilitas yang sangat dibutuhkan untuk sistem pangan global.
Dia berterima kasih kepada pemerintah Turki atas upayanya untuk mengatur pembicaraan dan peran vitalnya ke depan.
“PBB berjanji untuk melakukan bagian penuh kami untuk mendukung tindak lanjut,” katanya.
“Hari ini adalah langkah penting dan substantif, langkah menuju kesepakatan yang komprehensif. Kita juga harus berbuat lebih banyak untuk rakyat yang berjuang dan negara-negara berkembang yang dihantam oleh krisis pangan, energi, dan keuangan yang bukan buatan mereka. Kita harus berbuat lebih banyak untuk membantu semua orang yang hidup terpinggirkan di seluruh dunia — negara-negara di ambang kebangkrutan, keluarga di ambang kelaparan.”
Sementara itu, Presiden Ukraina mengatakan negaranya melakukan upaya signifikan untuk mengembalikan pasokan makanan ke pasar global. **
Nathan Morley (Vatican News)
