Paus Berdoa untuk Semua Ibu Menjelang Kelahiran Perawan Maria

Ketika Gereja bersiap untuk merayakan Kelahiran Maria pada Kamis (8/9), Paus Fransiskus berdoa untuk semua ibu, terutama mereka yang anaknya menderita dalam beberapa hal.

“Maria mengalami kelembutan Allah sebagai seorang putri, penuh rahmat, untuk berbagi kelembutan ini sebagai seorang ibu melalui persatuannya dengan misi Putranya.”

Paus Fransiskus berjabat tangan dengan seorang ibu di acara Vatikan pada bulan Juni

Paus Fransiskus menyampaikan refleksi itu dalam salamnya pada Audiensi Umum hari Rabu (7/9), mengikat keibuan Maria dengan semua ibu menjelang pesta liturgi Kelahiran Santa Perawan Maria pada hari Kamis.

Paus mengungkapkan kedekatannya dengan para ibu di mana-mana, terutama mereka yang memiliki anak-anak yang menderita.

“Saya ingin mengungkapkan kedekatan saya dengan semua ibu, terutama para ibu dengan anak-anak yang menderita, yang sakit, terpinggirkan, atau di penjara,” kata Paus Fransiskus.

Doa Khusus untuk Kaum Ibu Narapidana

Dia berdoa secara khusus untuk ibu dari tahanan muda, “agar harapan mereka tidak mati.”

“Sayangnya, ada banyak orang di penjara yang bunuh diri, bahkan terkadang narapidana muda,” katanya. “Kadang-kadang, cinta seorang ibu dapat membantu menyelamatkan seseorang dari bahaya ini.”

“Semoga Bunda Maria menghibur semua ibu, dan semua ibu yang menderita karena penderitaan anak-anak mereka,” harap Paus Fransiskus.

Penjara dan Bunuh Diri

Seperti yang disebutkan Paus, tingkat bunuh diri jauh lebih tinggi di penjara daripada dalam masyarakat umum.

Beberapa penelitian mengatakan tahanan di Amerika Serikat empat kali lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri, dengan motivasi mulai dari ketakutan narapidana lain dan konsekuensi dari kejahatan seseorang hingga hilangnya hubungan yang bermakna. Kebanyakan bunuh diri terjadi di sel isolasi.

Di Inggris dan Wales, ada 92 kematian akibat perbuatan sendiri di penjara pada tahun 2018 saja.

Menurut Samaritans, sebuah jaringan amal internasional, faktor risiko utama untuk bunuh diri di penjara termasuk “kesehatan mental, menyakiti diri sendiri di masa lalu, pengalaman hidup yang traumatis, dan latar belakang yang tidak menguntungkan”. **

Devin Watkins (Vatican News)

Leave a Reply

Your email address will not be published.