Sabtu sore (10/9) Ekshibisi PESPARANI (Pesta Paduan Suara Gerejani) Keuskupan Agung Palembang dibuka. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Felix Astono Atmaja SCJ menandai pembukaan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga esok hari, Minggu (11/9).

Ekshibisi PESPARANI Keuskupan Agung Palembang merupakan ajang lomba persaudaraan, yang menyiapkan ketiga provinsi di satu keuskupan, Provinsi Bengkulu, Provinsi Jambi, dan Provinsi Sumatera Selatan menuju Pesparani Nasional II di Kupang, NTT.
“Saya berharap dalam suasana, saya tidak tahu apa ini sebutannya, entah bersaing atau apa, tapi yang saya harap di dalam hati kita masing-masing, ditanamkan ini: ‘saya ada bersama teman-teman di keuskupan ini saling mendukung, saling mempersiapkan diri menuju ke Kupang nanti’,” kata Romo Astono SCJ.

Suasana saling mendukung, kata Romo Astono, mengalir dari kasih Tuhan. Ini seturut amanat Injil yang diwartakan, yaitu tentang perumpamaan domba dan dirham yang hilang.
“Seorang gembala yang hanya hilang satu domba, seorang ibu yang hilang hanya satu dirham, tidak melihat kesalahan domba itu. Kalau dia melihat kesalahan, dia tidak akan mencari. Tapi karena belas kasih yang luar biasa, si gembala rela meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor domba dan mencari yang satu itu,” katanya.

Bukan soal hanya seekor domba dan satu dirham yang hilang, tapi yang hilang itu merupakan sesuatu yang berharga. Keberhargaan itu ada hanya karena kasih Allah.
“Ini kasih Allah yang ditunjukkan Yesus. Sampai-sampai Paus Fransiskus mengatakan ‘di hati Allah hanya ada kasih.’” jelasnya.

Romo vikaris jenderal berharap agar semangat kasih Allah menjiwai para peserta PESPARANI tiga provinsi. “Kita lepaskan semangat curiga, kekhawatiran, berpikir yang tidak baik, agar kita dapat bertumbuh bersama dalam kapasitas masing-masing, agar di Kupang nanti kita tampil maksimal. Menurut saya, yang penting adalah kita tampil maksimal.”
Dia mencontohkan bagaimana teladan Paulus yang telah menerima kasih Allah, membuahkan pelayanan yang maksimal.

“Selamat berlatih! Semoga semangat kasih menjadi dasar perjuangan besok, sehingga Anda dapat tampil maksimal,” tuturnya.
Usai Ekaristi, acara dilanjutkan dengan makan bersama, ramah tamah, dan briefing persiapan lomba. ** Kristiana Rinawati/ Maria Sylvista
